Mataram, Garda Asakota.-Jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk diseluruh desa dan kelurahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar 1.166. “Seluruhnya telah berbadan hukum. Sejumlah koperasi bahkan mulai menjalankan usaha berbasis potensi lokal. Pada kesempatan ini, Bank Mandiri menyalurkan dana pembinaan sebesar Rp25 juta per koperasi kepada 10 KDKMP percontohan dengan total Rp250 juta, dalam bentuk modal kerja berbasis komoditas melalui mekanisme verifikasi dan pengawasan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan, S.Si., M.T., saat menyampaikan laporan saat menyerahkan dana pembinaan Bank Mandiri kepada 10 KDKMP Percontohan yang digelar di KDKMP Syariah Semoyang, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (05/02/26).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan koperasi memiliki peran strategis untuk memperbaiki rantai pasok komoditas penting agar tidak dikuasai segelintir perusahaan besar. Menurutnya, Koperasi Merah Putih harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi sehingga nilai tambah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Gubernur juga mengingatkan bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang diamanatkan UUD 1945 sebagai sokoguru perekonomian nasional. Karena itu, dukungan dana pembinaan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi agar mampu menjalankan bisnis secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang telah merespons surat Pemprov NTB melalui alokasi dana CSR untuk mendukung program KDKMP.
Miq Iqbal juga menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk terus mengakselerasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto, agar koperasi tumbuh sebagai penggerak ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian desa.
50 Koperasi Percontohan Disiapkan, Gubernur NTB Kembalikan Ekonomi ke Desa
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menggandeng sektor perbankan untuk mengaktifkan kembali Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk secara legal namun belum beroperasi optimal. Kolaborasi ini ditandai dengan Launching Pembinaan KDKMP dari Bank Mandiri di Desa Semoyang, Lombok Tengah, Kamis (5/2).
Gubernur mengungkapkan, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota telah memfasilitasi pembentukan 1.166 KDKMP. Namun, sebagian besar koperasi tersebut belum menjalankan aktivitas usaha secara nyata, sehingga belum mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
“Alhamdulillah sudah terbentuk 1.166 KDMP. Mungkin yang jalan itu bisa dihitung dari jari tangan saja. Jangan sampai gagasan mulia dari Presiden ini tidak bisa kita lakukan hanya karena kita tidak bisa mencari solusi untuk menjalankannya. Kita ingin kembalikan kekuatan ekonomi itu dikuasai oleh desa,” ujar Gubernur.
Untuk mencegah koperasi kembali mati suri, Gubernur menginisiasi skema pembiayaan non-tunai melalui kerja sama dengan Bank Himbara. Bank Mandiri menjadi mitra awal dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 25 juta per koperasi sebagai stimulus usaha.
Dana tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan barang kebutuhan usaha sesuai sektor koperasi, seperti pupuk dan sarana produksi pertanian, agar koperasi langsung menjalankan aktivitas bisnis dan melayani kebutuhan masyarakat.
“Saya targetnya 50 koperasi percontohan tahun ini. Kita inkubasi dari awal. Kasih tapi jangan dalam bentuk uang, misalnya pertanian butuh pupuk, kita bayarkan ke Pupuk Indonesia, lalu koperasi jual itu ke masyarakat. Terima kasih Bank Mandiri yang sudah mengambil inisiatif langkah berani ini,” tegasnya.
Program percontohan ini diharapkan menjadi model penguatan koperasi berbasis desa yang berkelanjutan, sekaligus mengembalikan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Regional CEO PT Bank Mandiri Wilayah Bali Nusa Tenggara Alexander Jonathan Patty, Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah, Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Wirawan. (*)

















