Dorong Kesejahteraan Lewat Inovasi, Dr. Abdul Malik Ajak STIKES Yahya Bima Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Bidang Kesehatan

STIKES Yahya Bima mendapat kehormatan luar biasa dengan hadirnya Dr. H. Abdul Malik, S.P., M.AP., M.H., Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai narasumber Kuliah Umum bertema “Ekonomi Kreatif di Bidang Kesehatan dan Peran Perguruan Tinggi dalam Mensejahterakan Masyarakat.”

Gardaasakota.com.-STIKES Yahya Bima kembali menjadi sorotan publik sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Kali ini, kampus kebanggaan masyarakat Bima tersebut mendapat kehormatan luar biasa dengan hadirnya Dr. H. Abdul Malik, S.P., M.AP., M.H., Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai narasumber Kuliah Umum bertema “Ekonomi Kreatif di Bidang Kesehatan dan Peran Perguruan Tinggi dalam Mensejahterakan Masyarakat.”

Acara yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri langsung oleh Ketua Pembina STIKES Yahya Bima, Yahya, S.Km, M.M., Ketua STIKES Yahya Bima, Muslimah, S.Hi, M.H., para dosen, staf akademik, dan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan.

Kampus Boleh di Desa, Kreativitas Harus Mendunia

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Malik menekankan pentingnya menjadikan sektor kesehatan sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem ekonomi kreatif. Ia mengajak seluruh civitas akademika STIKES Yahya Bima untuk tak hanya menjadi tenaga kesehatan yang andal, tetapi juga pionir dalam menciptakan inovasi dan produk berbasis kreativitas.

“Civitas akademik STIKES Yahya Bima perlu mengembangkan ide-ide inovatif dalam bidang kesehatan. Kampus boleh berada di desa, tapi kreativitas dan inovasinya harus dikenal dunia,” tegasnya penuh semangat.

Menurutnya, ekonomi kreatif bukan sekadar tren, melainkan strategi masa depan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Terutama di sektor kesehatan, peluang sangat terbuka untuk melahirkan inovasi berbasis riset, teknologi, dan pendekatan humanistik.

Peluang Inovasi: Dari Aplikasi Digital hingga Produk Herbal

Kuliah umum ini membongkar peluang-peluang nyata yang bisa dikembangkan mahasiswa STIKES Yahya Bima, di antaranya:

Aplikasi kesehatan digital untuk konsultasi online, pemantauan pasien, dan edukasi masyarakat.

Pengembangan produk herbal berbasis kearifan lokal yang aman, berkualitas, dan bernilai ekonomi tinggi.

Layanan kesehatan kreatif seperti home care, terapi alternatif, hingga terapi komplementer oleh perawat.

Kampanye promosi kesehatan digital dengan konten menarik melalui media sosial, video edukatif, dan podcast.

Lebih dari sekadar teori, Dr. Malik memaparkan berbagai contoh konkret dari penerapan ekonomi kreatif di bidang kesehatan, seperti aplikasi telemedicine, alat kesehatan inovatif, dan pemanfaatan analisis data untuk prediksi penyakit.

STIKES Yahya Bima Siap Jadi Center of Health Creative Economy

Ketua STIKES Yahya Bima, Muslimah, S.Hi., M.H., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran dan ilmu luar biasa dari Dr. Abdul Malik.

Ia menegaskan bahwa STIKES Yahya Bima akan menjadikan kuliah umum ini sebagai landasan strategis untuk memperluas peran perguruan tinggi dalam ekonomi kreatif.

“Kami siap menjadikan STIKES Yahya Bima sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif bidang kesehatan di wilayah timur Indonesia,” ujarnya optimis.

Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi industri, dan semangat mahasiswa, STIKES Yahya Bima optimis dapat melahirkan solusi kesehatan berbasis inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing daerah.

Langkah Nyata untuk Masa Depan Sehat dan Mandiri

Melalui program-program seperti pelatihan kewirausahaan kesehatan, inkubasi produk inovatif, hingga kolaborasi lintas sektor, STIKES Yahya Bima tengah mempersiapkan diri menjadi institusi terdepan dalam menerapkan ekonomi kreatif di bidang kesehatan.

Kegiatan kuliah umum ini menjadi titik awal dari transformasi besar, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta peluang. Dengan mengusung semangat “Inovasi dari Daerah untuk Dunia”, STIKES Yahya Bima membuka babak baru dalam pendidikan tinggi yang berdaya cipta dan berdampak nyata. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page