Gardaasakota.com.-Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, S.H, menghadiri acara Pelantikan Tim Relawan Haji dan Ikatan Da’i Haji (IKADAHA) Kantor Kementrian Haji Kota Bima, Rabu (14/1/2026), di Aula Kantor Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu Lingkungan Kementrian Agama Kota Bima.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Bima, H. Eka Iskandar Zulkarnain, S.Ag, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kemenag Kota Bima yang telah menyerahkan asetnya berupa Kantor PLHUT sebagai Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Bima.
Eka juga mengungkapkan bahwa Tim Relawan Haji (TRH) yang dibentuk telah melaksanakan manasik haji 35 kali tanpa biaya, sehingga menempatkan Kota Bima sebagai terbaik pertama se Indonesia.
Menurutnya pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka melakukan percepatan kegiatan mengingat pada 22 April mendatang adalah kloter pertama yang diberangkatkan ke Madinah.
“Kalau TRH dan Ikadaha ini sudah dibentuk lalu dokumen kepengurusannya di kirimkam ke pusat, maka dari 456 Kota Kabupaten se Indonesia itu akan kembali menempatkan Kota Bima sebagai yang pertama yang melaksanakannya,” ungkapnya.
Ikadahanya nanti dihajatkan hanya untuk satu hal saat syafar sebagai mubalig mubaligah yang memberikan manasik haji singkat pada jamaah haji mengingat banyaknya jamaah Haji Kota Bima, yang sekarang saja sudah pelunasan itu sebanyak 252 orang dari kuota 280 orang jamaah.
“InsyaAllah, kami akan merilis nama alamat dan nomor handphone jamaahnya, untuk mempermudah memberikan bimbingan maka dengan langkah ini kami optimis pelaksanaan ibadah Haji Kota Bima 2026 jauh lebih mudah,” tutur H. Eka.
Sementara itu, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada TRH dan IKADAHA periode 2025-2030 yang telah dilantik. Ia juga menekankan komitmen Pemkot Bima untuk memberikan pelayanan terbaik untuk urusan jamaah Haji, termasuk menyediakan pesawat untuk jamaah Haji ke Mataram.
“Urusan Haji ini merupakan rutinitas tahunan kita yang terus dievaluasi, karenanya mengurus soal ini dibutuhkan ketelatenan, keikhlasan, dan pengorbanan,” ujar Feri Sofiyan. (GA. 212*)

















