Gardaasakota.com.-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk periode 20-27 Januari 2026.
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk Bibit Siklon Tropis 97S di pesisir utara Australia, aktifnya MJO spasial, gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin di wilayah NTB.
Adapun wilayah yang berpotensi hujan lebat Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.
Sementara potensi Gelombang Tinggi yakni tanggal 20 Januari 2026 sebagai berikut. Kategori Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 m: Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian Utara. dan Selat Sape bagian Utara. Kategori Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 m: Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hidia Selalan NTB.
Tanggal 21 Januari 2026 sebagai berikut: Kategori Tinggi Gelombang 1,25 – 2.5 m: Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian, Utara, dan Selat Sape bagian Utara,. Kategori Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 m: Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB,
Tanggal 22 Januari 2026 sebagai berikut, Kategori Tinggi Gelombang 1.25 -2.5 m: Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian Utara, dan Selat Sape bagian Utara Kategori Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 m: Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.
Merujuk peringatan dini dari BMKG tersebut, Plt Kalak BPBD Kabupaten Bima, Fatahullah, S.Pd, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaksanakan Rakor hari Selasa kemarin dengan seluruh OPD terkait dengan beberapa point kesepakatan seperti menaikan status tanggap darurat Kebencanaan Daerah dan membuat usulan rencana penanganan prioritas terkait dampak bencana Hidrometeorologi dan bencana Ekologi di tingkat daerah.
Mengingat kondisi saat ini (suaca ekstrim) BPBD juga mengimbau warga masyarakat untuk menghindari daerah/wilayah Rawan Bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan banjir,” pungkas pria yang juga Asisten 1 Setda Kabupaten Bima ini mengingatkan. (GA. 212*)

















