STIKES Yahya Bima Gelar Seminar Anti Narkoba, Gandeng BNN Kabupaten Bima di Desa Sie Kecamatan Monta

Seminar Anti Narkoba yang dilaksanakan di Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, sebagai bagian dari rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STIKES Yahya Bima.

Bima, Garda Asakota.-STIKES Yahya Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif bertema pencegahan narkoba. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Seminar Anti Narkoba yang dilaksanakan di Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STIKES Yahya Bima.

Seminar ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian mahasiswa KKN STIKES Yahya Bima terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya meningkatnya kekhawatiran publik akibat maraknya peredaran narkoba yang kini telah menjangkau wilayah kampung dan desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba serta mendorong langkah pencegahan yang terukur berbasis edukasi dan partisipasi komunitas.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bima, serta pemateri dari unsur akademisi STIKES Yahya Bima, yaitu Ners Ijhul. Para pemateri menyampaikan materi terkait jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan fisik dan mental, konsekuensi hukum, hingga strategi pencegahan berbasis keluarga dan lingkungan.

Seminar berlangsung dalam suasana interaktif, meriah, dan penuh antusiasme, ditandai dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta yang hadir terdiri dari unsur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat, di antaranya Pemerintah Desa (Pemdes), para Kepala Dusun, Ketua RT, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan STIKES Yahya Bima seperti Ketua DPM, Ketua BEM, Ketua HMJ, dan Koordinator Desa mahasiswa KKN di wilayah Kecamatan Monta.

Melalui seminar ini, STIKES Yahya Bima menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, namun juga harus diperkuat dengan pendekatan edukasi kesehatan, pembentukan kesadaran kolektif, serta keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

‘Kami berharap seminar ini menjadi langkah awal untuk membangun desa yang lebih sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” tandasnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page