Kota Bima, Garda Asakota.-Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bima menjadi sorotan warga Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima karena kondisinya yang kotor dan tidak terawat. Warga meminta Walikota Bima untuk mencopot Kepala BLK karena tidak mendukung program Gerakan Kota Bima BISA (Bersih Indah Sehat dan Asri) yang digelorakan oleh pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bima, H. A. ahman H. Abidin, SE dan Feri Sofiyan, SH.
Halaman kantor BLK dipenuhi dedaunan kering, rerumputan tinggi, dan genangan air. Warga merasa bahwa kondisi ini tidak sesuai dengan program BISA yang bertujuan membuat Kota Bima menjadi bersih, indah, sehat, dan asri.
“Ini halaman kantor BLK kotor sekali, tidak terurus. Kami minta Pak Wali copot Kepala BLK karena tidak mendukung program Walikota Kota Bima BISA dan menjadi BLK modern ke depan. Sedangkan BLK sekarang seperti hutan, tidak diurus sama sekali,” ujar Haris, warga Melayu.
Pantauan langsung di lapangan, kondisi kantor BLK memang memprihatinkan. Dedaunan kering berserakan di mana-mana, rerumputan tinggi, dan genangan air di bagian belakang kantor.
Kepala BLK Kota Bima, Sri Suarningsih, M.M, mengakui bahwa kebersihan halaman kantor rutin dilakukan, namun terhambat libur panjang dan anak-anak sekitar yang bermain di halaman kantor.
“Kebersihan halaman kantor tetap rutin dilaksanakan, hanya saja karena libur panjang sejak Sabtu sampai Selasa kemarin, aktivitas bersih-bersih rutin tidak dilaksanakan,” ujarnya.
Sri juga menyebutkan bahwa rimbunan pohon dan rumput di belakang kantor akan dibersihkan setelah musim hujan selesai. “Lalu rimbunan pohon serta rumput di belakang kantor itu bukan tidak dibersihkan, tapi karena ada genangan air akibat hujan, jadi kru BLK tidak ada yang berani khawatir ada ular. Pas musim hujan selesai, pasti dibersihkan tuntas,” tambahnya. (GA. 003*)


















