Gubernur Iqbal Bangga pada Zian Fahrezi, Akan Beri Penghargaan dan Fasilitasi Tampil di Islamic Center NTB Saat Ramadan

Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal dan Juara I MTQ Internasional Irak, Muhammad Zian Fahrezi.

Mataram, Garda Asakota.-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Muhamad Iqbal, tak menyembunyikan rasa bangganya ketika berbincang melalui sambungan video dengan seorang qari cilik asal Kota Bima, Muhammad Zian Fahrezi. Di ujung layar itu, seorang anak dengan suara yang telah menggema hingga kancah internasional, menjadi simbol kebanggaan baru bagi daerahnya.

“Terima kasih sudah berprestasi dan mengharumkan nama tanah Bima serta NTB. Ini kebanggaan kita semua,” ujar Iqbal dalam percakapan tersebut.

Prestasi Zian bukan sekadar kemenangan pribadi. Di mata pemerintah provinsi, capaian itu menjadi representasi wajah Nusa Tenggara Barat yang religius dan berkarakter. Di tengah arus kompetisi global, seorang anak dari Bima mampu menegaskan bahwa Al-Qur’an tetap menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan.

Iqbal menyebut keberhasilan Zian sebagai bukti bahwa pembinaan generasi muda di NTB tak boleh semata bertumpu pada bidang olahraga atau akademik formal. Dunia tilawah dan pengembangan nilai-nilai Qur’ani, kata dia, memiliki posisi yang sama pentingnya dalam membangun masa depan daerah.

Pemerintah Provinsi NTB, menurut Iqbal, tengah melakukan pembenahan serius terhadap tata kelola dan kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Provinsi NTB (LPTQ). Langkah ini dimaksudkan agar pembinaan qari dan qariah berlangsung lebih sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan.

“Kami ingin anak-anak NTB berprestasi di berbagai bidang, termasuk Al-Qur’an. Ini bagian dari membangun karakter dan masa depan generasi daerah,” kata Iqbal menegaskan.

Apresiasi pemerintah tak berhenti pada ucapan. Iqbal memastikan akan menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Zian saat keduanya bertemu di Mataram. Penyerahan itu, menurutnya, bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga pesan moral bahwa prestasi di bidang keagamaan mendapat tempat terhormat di ruang publik.

“Insya Allah nanti saya sendiri yang menyerahkan apresiasi kepada Zian. Kami juga akan fasilitasi agar Zian bisa tampil saat Ramadan dan membersamai Safari Ramadan ke Bima,” ujar Iqbal.

Rencana itu sekaligus membuka panggung yang lebih luas bagi Zian. Pemerintah provinsi akan memfasilitasi penampilannya pada rangkaian kegiatan Ramadan di Islamic Center NTB. Masjid kebanggaan masyarakat NTB itu saban Ramadan menjadi pusat kegiatan keagamaan, dari tilawah hingga tabligh akbar.

Tak hanya itu, Zian juga akan dilibatkan dalam agenda Safari Ramadan Gubernur ke Bima. Kehadirannya di kampung halaman, dalam satu rangkaian kegiatan resmi pemerintah, diharapkan menjadi energi baru bagi anak-anak Bima—bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari daerah.

Langkah Pemprov NTB ini mencerminkan upaya membangun ekosistem apresiasi yang lebih inklusif. Prestasi keagamaan ditempatkan sejajar dengan capaian lain yang selama ini lebih sering mendapat sorotan. Di tengah kompetisi global yang semakin keras, identitas religius dan karakter dinilai sebagai fondasi penting.

Bagi NTB, kisah Zian bukan sekadar cerita tentang lomba dan gelar. Ia adalah narasi tentang harapan: bahwa generasi muda daerah mampu menembus batas geografis dan membawa nama NTB ke panggung dunia.

Dengan dukungan yang dijanjikan pemerintah, Zian diharapkan tak hanya menjadi juara, tetapi juga teladan—bahwa ketekunan, disiplin, dan kecintaan pada Al-Qur’an dapat membuka jalan menuju prestasi internasional. Dan di balik suara merdunya, ada pesan yang lebih luas: masa depan NTB sedang disiapkan, bukan hanya dengan infrastruktur dan program pembangunan, tetapi juga dengan pembinaan karakter generasi Qur’ani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page