Haji 2026 Berjalan Sesuai Jadwal, Kemenhaj NTB Pastikan Keamanan Jamaah Terjamin

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi NTB, H lalu Muhamad Amin.

Mataram, Garda Asakota.- Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai rencana awal. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Muhamad Amin SH, menegaskan hingga saat ini tidak ada perubahan kebijakan, baik dari pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

“Pelaksanaan haji tahun 2026 tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah Arab Saudi juga sudah menjamin bahwa seluruh proses ibadah akan berjalan aman dan sesuai ketentuan,” ujar alumnus Fakultas Hukum Unram ini saat memberikan keterangan kepada media di Mataram, Rabu 01 April 2026.

Ia menjelaskan, keberangkatan jamaah haji asal NTB akan dimulai pada 21 April 2026. Kloter pertama dari Lombok Timur dijadwalkan masuk Asrama Haji pada pukul 06.00 WITA, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada dini hari, 22 April 2026.

“Setiap kloter berjumlah 393 orang, termasuk petugas, dan akan menggunakan pesawat Boeing 777 milik Garuda Indonesia dengan penerbangan langsung ke Madinah,” katanya.

5.798 Jamaah, 15 Kloter

Total jamaah haji NTB tahun ini mencapai 5.798 orang yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter). Untuk mendampingi jamaah, setiap kloter akan diisi oleh petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, serta tenaga kesehatan.

“Dalam satu kloter ada sekitar empat hingga lima petugas yang mendampingi langsung jamaah dari keberangkatan hingga kepulangan. Selain itu, ada juga petugas non-kloter yang sudah lebih dulu berada di Arab Saudi untuk membantu pelayanan di sektor akomodasi, konsumsi, dan transportasi,” jelas Amin.

Tidak Terdampak Eskalasi Timur Tengah

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, Amin memastikan tidak ada dampak terhadap pelaksanaan haji maupun umrah.

“Jalur penerbangan sudah diperhitungkan dan aman. Sampai saat ini tidak ada perubahan, dan kondisi di Arab Saudi juga tetap kondusif,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Wakil Menteri Haji RI saat ini tengah berada di Arab Saudi untuk memantau langsung kesiapan pelaksanaan ibadah haji.

Biaya Haji Tidak Bertambah

Terkait biaya, Amin memastikan tidak ada kenaikan ongkos haji tahun ini. Bahkan, terdapat penyesuaian yang membuat beban jamaah relatif lebih ringan dibanding sebelumnya.

“Tidak ada penambahan biaya. Semua sudah sesuai dengan ketetapan yang ada, dan sebagian komponen biaya juga telah ditopang oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” ujarnya.

Mitigasi Risiko Sudah Disiapkan

Kemenhaj bersama DPR RI juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat, termasuk kemungkinan penundaan keberangkatan akibat kebijakan Arab Saudi.

“Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sudah ada opsi mitigasi. Yang jelas, pemerintah memastikan tidak ada tambahan biaya bagi jamaah jika terjadi penundaan,” kata Amin.

Umrah Tetap Berjalan, Batas 17 April

Sementara itu, untuk pelaksanaan umrah, pemerintah menetapkan batas akhir jamaah berada di Arab Saudi hingga 17 April 2026, sebagai bagian dari persiapan musim haji.

“Umrah tetap berjalan normal. Yang penting, jamaah tidak boleh melewati batas waktu tersebut dan harus sudah kembali ke tanah air,” pungkas. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page