Kota Bima, Garda Asakota.-Memasuki hari ke-17 Lebaran 2026, insentif Imam, Marbot, Bilal, dan Guru Ngaji di Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, belum cair. Warga heran karena kelurahan lain sudah menerima.
“Tiap tahun paling telat H-1 Lebaran, ini sudah lewat 17 hari,” keluh seorang guru ngaji yang meminta namanya tak dicantumkan. Ia menilai keterlambatan ini mundur dari semangat “Kota Bima Berbenah/BISA”, yang semestinya mencakup pelayanan publik yang tepat waktu: “Hilang makna berbagi rejeki Ramadan kalau cairnya di luar bulan suci,” cetusnya.
Lurah Jatibaru Barat, Nakhyar Munkar, S.Pdi, S.H, yang dikonfirmasi Garda Asakota, Senin (6/4/2026) membenarkan keterlambatan tersebut. Menurutnya, berkas dikembalikan keuangan karena nama di rekening tak cocok dengan KTP, ada pula petugas yang wafat sehingga perlu usulan pengganti.
Selain itu, kata dia, proses bergabung dengan insentif kader Posyandu dan keamanan terkendala keterlambatan pengumpulan buku rekening kader. “InsyaAllah besok SPP akan diantar,” kata Nakhyar. (GA. 003*)


















