Kota Bima, Garda Asakota.-Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Kota Bima, menuai sorotan tajam dari masyarakat karena kondisi fisik bangunan penunjang dan instalasi pipa yang diduga tidak sesuai standar teknis.
Karang Taruna Kecamatan Asakota telah melaporkan proyek tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima sebagai bentuk kontrol sosial dan dorongan agar aparat penegak hukum melakukan penelusuran menyeluruh.
Laporan ini dibuat berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan aspirasi warga yang mempertanyakan mutu pekerjaan. “Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, yaitu air bersih.
Karena itu pelaksanaannya harus transparan dan berkualitas. Kami mendorong agar pihak berwenang turun langsung memeriksa,” ujar Mardiansyah, S. Pd, dari Karang Taruna Asakota, kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Sorotan publik menguat setelah dokumentasi kondisi proyek beredar luas dan memicu diskusi di tengah masyarakat. Pihak pelaksana proyek dan dinas terkait diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka, sementara Kejari Bima diharapkan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Menanggapi aduan ini, Pelaksana proyek, Lubis, yang dikonfirmasi Garda Asakota menegaskan bahwa proyek SPAM Jatibaru Barat sudah dikerjakan sesuai spek seperti pemasangan pipa induk, pembuatan bak reservois dan item lainnya. “Pekerjaan sudah sesuai spek dan sudah di PHO,” tegas Lubis, Rabu siang.
Ia menegaskan, kalaupun ada kendala di lapangan misalkan karena bencana atau karena masukan dan saran warga pihaknya selaku pelaksana siap melakukan pembenahan pembenahan, apalagi proyek ini masih dalam tahapan masa pemeliharaan.
“Seperti pekerjaan plesteran bak mata air, dalam bestek hanya pasangan batu saja, namun atas permintaan warga kami plester dan membuat penutup bak. Nah, itu pekerjaan di luar RAB atas permintaan warga, camat maupun pihak kelurahan,” timpalnya.
Bahkan diakui Lubis, proyek SPAM Jatibaru Barat kini sudah dirasakan manfaatnya dan terkoneksi langsung ke masing masing penerima manfaat sebanya 145 penerima manfaat. “Mereka malah berterima kasih dan bersyukur hadirnya proyek ini,” ucap Lubis. (GA. 212*)


















