Gardaasakota.com.-Dosen senior Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima, Baity Jannah, M. Keb, mempresentasikan hasil penelitian tentang perbedaan robekan perineum antara teknik meneran tradisional dan teknik meneran tiup-tiup pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Dompu Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan robekan perineum antara dua teknik meneran tersebut.
Hal itu diutarakannya pada kesempatan rapat senat terbuka wisuda Sarjana Kebidanan Akbid Harbun Angkatan ke XVII Tahun Akademik 2024 -2025 di Gedung Paruga Nae Convetional Hall Kota Bima, Kamis (8/1/2026).
Baity menjelaskan bahwa robekan perineum dapat menyebabkan perdarahan hebat, infeksi, nyeri berkepanjangan, dan gangguan hubungan suami istri. Teknik meneran tradisional yang sering dilakukan dengan menahan napas dan mengejan kuat dapat meningkatkan tekanan berlebih pada jalan lahir, sedangkan teknik meneran tiup-tiup mengajarkan ibu untuk mengatur napas secara perlahan dan terkontrol, sehingga robekan pada perineum dapat diminimalkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik meneran tiup-tiup lebih aman dan efektif dalam mengurangi robekan perineum dibandingkan dengan teknik meneran tradisional. Baity menekankan bahwa keselamatan ibu tidak selalu ditentukan oleh teknologi canggih, tapi bisa melalui pendekatan yang manusiawi, penuh empati, dan berbasis ilmu.
Baity juga berpesan kepada para wisudawati untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh demi kemanusiaan dan keselamatan ibu. “Ilmu pengetahuan sejatinya tidak hanya lahir untuk dikagumi, tetapi untuk diaplikasikan demi kemanusiaan,” katanya. (GA. 003*)

















