Gardaasakota.com.-Pemerintah Kota Bima bersama BPJS Kesehatan Cabang Bima menggelar Forum Kemitraan Pengelolaan Fasilitas Kesehatan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan mutu pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Forum ini menjadi wadah untuk membahas tantangan aktual dan merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bima.
Plh Sekda Kota Bima, Hj. Mariamah, SH, menekankan pentingnya edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme JKN. Banyak warga yang belum memahami prosedur administrasi, hak, dan kewajiban sebagai peserta JKN.
Oleh karena itu, kata dia, perlu memperkuat sosialisasi tidak hanya dari BPJS tetapi juga dukungan seluruh stakeholder.
BPJS Kesehatan Cabang Bima menggencarkan sosialisasi ke kampus-kampus sebagai strategi menyasar generasi muda. Mahasiswa diharapkan menjadi agen komunikasi yang kreatif dan efektif dalam menyampaikan informasi terkait manfaat dan prosedur JKN kepada masyarakat luas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bima menegaskan bahwa seluruh pelayanan medis sesuai prosedur, termasuk pengobatan dan penggunaan ambulans, sudah tercakup dalam manfaat JKN. Fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya tambahan dari peserta.
Forum ini juga membahas permasalahan yang mencuat, seperti banyaknya bayi baru lahir yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan peserta JKN yang berstatus tidak aktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan persoalan ketika peserta mendadak membutuhkan layanan kesehatan.
Forum kemitraan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas tantangan aktual dan merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bima. Evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem rujukan berjalan lebih tepat, efektif, dan efisien. (GA. 212*)