Proyek Air Minum Kota Bima 2025 Senilai Rp10 Miliar Tuntas, Tingkatkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

PPK Proyek SPAM Kota Bima, Ir. Faqih Ashri, ST., M.URP.

Gardaasakota.com.-Dinas PUPR Kota Bima telah menyelesaikan beberapa proyek air minum (SPAM) pada tahun 2025, dengan total nilai kontrak mencapai lebih kurang senilai Rp10 miliar. Proyek-proyek yang tersebar di sejumlah Kelurahan ini bertujuan meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat Kota Bima.

Beberapa proyek yang telah selesai dikerjakan oleh sejumlah Kontraktor yakni pengeboran dan perpipaan di SMPN 8 Kota Bima senilai Rp2,7 Miliar lebih, dengan debit air 13 liter/detik, pipa distribusi yang melintasi jalan Gajah Mada sampai ke Jalan Sumbawa Kota Bima.

Munurut PPK Proyek SPAM, Ir. Faqih Ashri, ST., M.URP., pengeboran ini menjadi sumber air bagi proyek SPAM lain, yaitu SPAM Kelurahan Penatoi, SPAM Kelurahan Paruga, dan SPAM Kelurahan Sarae.

“Melihat debit yang berlebih, tidak menutup kemungkinan untuk dialirkan ke kelurahan-kelurahan lain yang membutuhkan,” ungkapnya kepada Garda Asakota, Rabu (14/1/2025).

Kemudian, proyek lainnya adalah pembangunan baru SPAM Jaringan perpipaan Kelurahan Jatibaru senilai Rp1,1 Miliar lebih, dengan debit air 1,5 liter/detik. Proyek ini, kata dia, berasal dari wilayah perbukitan Lanco Gajah (sekitar 2 kilometer ke arah utara permukiman warga).

“Debit yang dihasilkan oleh mata air ini telah sampai ke bak dengan debit sekitar 1,5 liter/detik. Begitu pun dengan airnya, sudah sampai ke rumah-rumah warga penerima manfaat sejumlah 145 KK,” bebernya.

Selanjutnya, pembangunan baru SPAM Jaringan Perpipaan Kelurahan Jatibaru Timur senilai Rp1 Miliar dengan debit air 2,5 liter/detik. Sumber air yang digunakan berasal dari aliran air permukaan So Tolo Bumi (sekitar 3 kilometer ke arah utara permukiman warga).

Debit yang dihasilkan oleh mata air ini telah sampai ke bak dengan debit sekitar 2,5 liter/detik. Begitu pun dengan airnya, sudah sampai ke rumah-rumah warga penerima manfaat sejumlah 140 KK.

Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan Kelurahan Dara senilai Rp1,9 Miliar, dengan debit air 7 liter/detik. P<span;>engeboran yang berlokasi di lingkungan Kantor Perkim Kota Bima sudah menghasilkan debit lebih kurang 7 liter/detik dan pipa distribusi yang melintasi Kelurahan Sadia, Manggemaci, hingga ke lokasi bak di kawasan Danatraha Dara.

Sebagai catatan, pekerjaan bak tidak termasuk di dalam proyek ini, namun dibiayai dari anggaran DAU. “Aliran air sudah sampai ke permukiman warga, namun karena beberapa kejadian kebocoran pipa distribusi, maka telah dilakukan beberapa kali perbaikan di masa pemeliharaan ini (masa pemeliharaan hingga Juni 2026),” ungkapnya.

Saat ini akan dilakukan tapping (penyambungan) aliran pipa ke bak sebagai tahap integrasi dua proyek yang berbeda (SPAM dan Bak), sebelum dialirkan secara gravitasi kepada 300 penerima manfaat yang sudah terpasang kran.

Proyek lainnya, penyediaan air di Kelurahan Ntobo senilai Rp2,3 Miliar, gabungan 2 mata air (Kamori dan Potu) di pegunungan wilayah Lingkungan Busu Kelurahan Ntobo telah menghasilkan debit yang sangat baik, yaitu sebesar 5 liter per detik, untuk kemudian dialirkan ke Bak Reservoar di permukiman warga.

“Jarak sumber hingga ke bak lebih dari 8 kilometer. Air sudah mengalir dan dinikmati oleh 200 penerima manfaat,” sebut Faqih.

Kemudian pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah Kelurahan Penatoi senilai Rp591 juta lebih. Sumber air untuk pekerjaan ini berasal dari pengeboran SPAM DAU yang berlokasi di SMPN 8 Kota Bima. Basis pelayanan SPAM Penatoi ini untuk warga RT 11 dan 12. Jumlah total SR (kran) yang terpasang adalah sejumlah 156 KK.

Saat dilakukan uji alir, air sudah terbukti sampai ke SR yang telah terpasang di rumah-rumah. Hanya saja sumber air saat ini belum dilepas terus-menerus karena mempertimbangkan tekanan 13 liter/detik yang overpower, sehingga pipa distribusi terus mengalami tekanan berlebih, lebih besar dari jumlah pengguna yang dilayani. Sedang dicarikan solusi bersama.

Selanjutnya, proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah Kelurahan Sarae senilai Rp398 juta. Sumber air untuk pekerjaan ini berasal dari pengeboran SPAM DAU yang berlokasi di SMPN 8 Kota Bima. Basis pelayanan SPAM Sarae ini untuk warga RT 3-6. Jumlah total SR (kran) yang terpasang adalah sejumlah 100 KK. Kendala sama seperti Penatoi, tinggal menunggu sumber air mengalir secara kontinyu.

Terakhir, proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah Kelurahan Paruga senilai Rp398 juta. Sumber air untuk pekerjaan ini berasal dari pengeboran SPAM DAU yang berlokasi di SMPN 8 Kota Bima. Jumlah total SR (kran) yang terpasang adalah sejumlah 100 KK. Kendala sama seperti Penatoi, tinggal menunggu sumber air mengalir secara kontinyu.

Faqih menegaskan, proyek-proyek tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 keluarga di Kota Bima. “Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat dan meminimalkan penggunaan sumber air dengan basis pengeboran,” tegasnya.

Kedepan, ia menyatakan bahwa pemerintah kota telah berkomitmen meminimalkan penggunaan sumber air dengan basis pengeboran, lebih mengutamakan sumber air baku berupa mata air dan air permukaan.

Selain karena sumber air tipe ini berkelanjutan secara lingkungan, juga ramah secara sosial. Artinya komitmen pemerintah untuk lebih berpihak terhadap kebijakan yang berbasis lingkungan sudah mulai dibenahi.

Selanjutnya Dinas PUPR akan segera mengurus proses serah terima aset kepada pihak kelurahan melalui KPSPAM (Kelompok Pengelola SPAM) setiap kelurahan penerima manfaat, agar pengelolaan dapat langsung dipegang oleh masyarakat.

Sehingga aspek pengelolaan “dari-oleh-untuk masyarakat” dapat diterapkan secara maksimal. Tentu dengan tetap di bawah koordinasi dengan Dinas PUPR sebagai pengampu urusan teknis air minum.

Harapan besarnya masyarakat sebagai penerima manfaat dapat ikutbberpartisipasi menjaga dan memelihara aset infrastruktur terbangun dengan rasa memiliki dan tanggung jawab moral yang sama. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page