Bima, Garda Asakota.-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) sektor Air Minum, Sanitasi, serta Pengembangan Kawasan Strategis di wilayah Kabupaten Bima, Kamis (19/02/26).
Fokus utama rapat ini adalah pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan transformasi PDAM Bima menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menekankan pentingnya pembenahan pengelolaan aset, manajemen keuangan, dan kelembagaan PDAM. “Pembentukan Perseroan Daerah (Perseroda) diharapkan dapat mendorong PDAM bertransformasi, namun terlebih dahulu PDAM harus berada dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPW) Nusa Tenggara Barat, Dedes Prinandes, juga memaparkan rencana pengembangan kawasan strategis di kawasan Teluk Bima, termasuk pengembangan komoditas unggulan dan pemantauan infrastruktur sanitasi.
Rapat ini diharapkan dapat membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola air minum, sanitasi, dan pengembangan kawasan strategis demi meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat. (GA. 212*)



















