STIKES Yahya Bima Serukan Penguatan Edukasi dan Pencegahan HIV di NTB

Ketua STIKES Yahya Bima, Muslimah, S.Hi, M.H.

Gardaasakota.com.-STIKES Yahya Bima menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus HIV di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagaimana tercatat dalam laporan kesehatan regional. Lonjakan tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan mencerminkan perlunya strategi pencegahan yang lebih komprehensif.

Dalam merespons situasi ini, Ketua STIKES Yahya Bima, Muslimah, S.Hi, M.H, melalui Wakil Ketua STIKES Yahya Bima, Ners Ijhul, menegaskan bahwa tren peningkatan HIV tidak dapat dipandang sebagai isu medis semata, melainkan sebagai persoalan multidimensi yang mencakup aspek sosial, edukasi, dan kebijakan publik.

“STIKES Yahya Bima sangat prihatin terhadap peningkatan kasus HIV di NTB. Upaya penanggulangan harus dilakukan secara terpadu melalui edukasi, penguatan kebijakan, serta peningkatan kontrol sosial yang konstruktif.

Semua elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi,” ujar Ketua STIKES Yahya Bima melalui Ners Ijul dalam pernyataannya, Minggu siang (7/12/2025).

Menurutnya, tantangan yang muncul saat ini di antaranya adalah kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, minimnya pembinaan lingkungan sosial yang sehat, serta belum optimalnya regulasi terkait aktivitas masyarakat berisiko. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan pencegahan harus tetap menjunjung prinsip humanis dan tidak menimbulkan stigma terhadap kelompok yang terdampak.

Rekomendasi Akademik untuk Penguatan Pencegahan HIV

Dalam pernyataannya, STIKES Yahya Bima mengemukakan beberapa rekomendasi yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta fasilitas layanan kesehatan, antara lain:

Penguatan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Melalui kurikulum sekolah, kampanye publik, dan program pembinaan remaja berbasis ilmu pengetahuan.

Optimalisasi Kebijakan dan Pengawasan Sosial. Implementasi regulasi yang terukur dan berbasis keselamatan publik, khususnya pada lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko penularan HIV.

Peningkatan Akses Pemeriksaan dan Konseling. Memperluas layanan VCT, menjamin kerahasiaan, serta mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini.

Kolaborasi Lintas Sektor

Melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku sehat.

Komitmen STIKES Yahya Bima

  1. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan tenaga kesehatan profesional, STIKES Yahya Bima berkomitmen untuk:
  • Menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan HIV secara berkelanjutan.
  • Mengembangkan penelitian ilmiah terkait perilaku kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah NTB.
  • Mengadakan seminar, workshop, dan kampanye kesehatan reproduksi untuk mahasiswa dan masyarakat umum.
  • Mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka penularan HIV melalui program pengabdian masyarakat.

Ketua STIKES Yahya Bima menegaskan bahwa lembaga akan terus berperan aktif dalam memberikan edukasi yang akurat, ilmiah, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Ajakan kepada Masyarakat

STIKES Yahya Bima mengajak seluruh masyarakat NTB untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi, melakukan pemeriksaan dini secara sukarela, menghindari stigma kepada orang yang hidup dengan HIV dan membangun komunikasi terbuka dalam keluarga terkait pendidikan kesehatan. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page