Sukses Besar Event MotoGP 2026, DPRD NTB Dorong Pemerintah Lobi Pelaksanaan F1 di Mandalika

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi.

Mataram, Garda Asakota.-Pelaksanaan event MotoGP Mandalika Tahun 2026 yang puncaknya digelar pada minggu 11 Oktober 2026 kemarin telah sukses digelar dan menyedot sekitar 157 ribu lebih penonton serta membawa manfaat besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Terang saja hal ini membuat Ketua Komisi III DPRD NTB bersemangat meminta agar pelaksanaan event dunia seperti ini bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun guna mendatangkan multiplier effect yang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Uang yang beredar selama event tiga hari itu tahun lalu diperkirakan mencapai 4,7 triliun, saat ini bisa mencapai 5 triliun lebih. Tahun ini diperkirakan meningkat disamping karena fasilitasnya semakin bagus, artis-artis yang dihadirkan juga banyak dan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Kalau bisa event seperti ini dilaksanakan dua kali dalam setahun, mungkin bisa juga Gubernur melobi event F1 bisa dilaksanakan di Mandalika, mungkin bisa jadi akan sangat dahsyat dampaknya bagi ekonomi NTB,” ungkap Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, kepada Garda Asakota, Senin 12 Oktober 2026.

Gelaran MotoGP dan F1 itu menurutnya merupakan event kelas dunia yang bisa menjadi magnet mendatangkan penonton kelas dunia. Apalagi kalau persiapan pelaksanaannya lebih dari dua minggu saja, maka diharapkan semua wilayah yang ada di NTB termasuk di Pulau Sumbawa bisa terkoneksi semuanya dan bisa merasakan dampak yang sangat besar dari kehadiran para wisatawan tersebut.

“Sebelum pelaksanaan event itu mungkin bisa dibuatkan format atau program agar para penonton ini bisa menghabiskan waktunya di Pulau Sumbawa terlebih dahulu misalnya melihat Teluk Saleh atau Tambora atau apa saja di Pulau Sumbawa, mungkin multiplier effectnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitar Mandalika. Tapi bisa berdampak lebih jauh ke wiayah Pulau Sumbawa sana,” kata anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbawa dan Sumbawa Barat ini.

Sebelumnya pada saat pemeritahan Zul-Rohmi, untuk mendapatkan multiplier effect dari adanya event berkelas dunia, Zul-Rohmi membuat event MXGP. Namun saat sekarang menurutnya meski event MXGP itu sudah tidak ada, pemerintahan Iqbal-Dinda bisa membuat magnet baru agar para penonton MotoGP itu bisa berada dalam satu paket perjalanan menikmati liburan ke Pulau Sumbawa.

“Liburan ke Pulau Moyo, Hiu-Paus, Tambora dan di KSB ada Pantai Sekongkan-Maluk, serta ada Surfing di Hu’u Dompu. Jadi mereka bisa mendesign masa liburnya dua minggu sampai satu bulan ada di NTB itu dahsyat dampaknya. Jadi walaupun eventnya sekali dalam setahun, tapi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kita sepanjang tahun,” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Pihaknya berharap Pemerintah dan ITDC bisa terus melaksanakan event minimal sekali dalam tiga bulan meskipun eventnya tidak sebesar event MotoGP tapi bisa mengundang orang untuk datang ke NTB dan memberikan manfaat besar bagi ekonomi NTB.

“Kalau sekelas F1 juga berhasil kita laksanakan di Mandalika, luar biasa itu. Para Sultan dunia akan datang semua untuk menonton,” cetusnya.

Menurutnya kontrak untuk pelaksanaan MotoGP itu akan berlangsung selama sepuluh tahun dimulai dari tahun 2022 dan akan berakhir di tahun 2031. Pihaknya mendorong agar pemerintah mulai memikirkan paska berakhirnya kontrak dengan MotoGP itu, event apa lagi yang bisa digelar di Mandalika.

“Kalau bisa melanjutkan kontrak dengan MotoGP bagus. Kalau tidak minimal sekelas F1 harus bisa dihadirkan. Dan itu harus dari sekarang mulai dipikirkan,” sarannya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah masyarakat yang ada di Pulau Sumbawa ikut juga merasakan manfaat dari pelaksanaan event MotoGP ini ataukah tidak. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari apakah ada penonton MotoGP yang berlibur terlebih dahulu ke Pulau Sumbawa sebelum menonton MotoGP?. Ataukah setelah menonton MotoGP adakah yang berlibur ke Pulau Sumbawa?.

“Kalau ada berarti event MotoGP ini terkoneksi dengan Pulau Sumbawa. Kalau hanya berhenti di Lombok, baik pra maupun paska MotoGP mereka hanya menghabiskan waktu ke Mandalika, tapa pergi ke Trawangan maupun ke Sembalun, Senggigi, Hiu Paus, Tambora dan ke Hu’u, berarti mereka yang datang ini hanya asyik menonton MotoGP saja. Kita berharapnya MotoGP ini hanya stimulus aja agar mereka datang ke Lombok. Selanjutnya mereka bisa menghabiskan waktu dua minggu atau sampai sebulan di NTB. Baru dampaknya dahsyat untuk NTB,” ujarnya.

Mewujudkan hal ini menurutnya bukan hanya diperoleh dari adanya peran pemerintah saja. Akan tetapi juga peran dari Dinas Pariwsata yang mengintegrasikan para pelaku wisata, travel dan hotel untuk mengintegarasikan seluruh potensi yang ada untuk memanfaatkan momentum MotoGP ini guna mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

‘Itu harapan kita. Setelah satu minggu ini dampak ekonomi dari event ini sudah kita peroleh apakah hal ini diperoleh dari review atau research dari lembaga riset yang concern dalam hal ini,” kata Sambirang.

Adanya event sekelas MotoGP menurutnya sangat penting bagi pemerintah dalam menggerakan sektor ekonomi masyarakat, apalagi dengan keterbatasan fiskal dalam sektor belanja pemerintah untuk menggerakan sektor ekonomi masyarakat yang kisarannya hanya mencapai angka sebesar Rp5,6 triiun lebih kalau dari APBD Provinsi.

“Kalau dari total APBD Kabupaten/Kota se-NTB paling banter totalnya sekitar Rp25 Triliun ditambah dari APBN yah taruhlah sekitar Rp30 triliun total keseluruhannya. Dan kalau tidak ada investasi dari sektor swasta, maka pincang. Jadi memang harus digerakan envestasi dari sektor swasta ini. Dan bisa kita lihat dari pelaksanaan MotoGP pertama tahun 2022, bisa kita lihat banyaknya investasi yang masuk bari dari hotel, homestay, atau penginapan, harga tanah naik signifikan. Itu efek yang luarbiasa dari MotoGP ini,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page