PMI Asal Mataram Dikabarkan Berada dalam Kondisi Sehat di Kepolisian Myawaddy Myanmar

Mataram, Garda Asakota.-Muhamad Yanuar Fikri (MYF, 26) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram yang diduga korban perdagangan manusia dan diinfokan berada di Negara Myanmar dikabarkan kondisinya sehat dan saat sekarang tengah berada di Kepolisian Myawaddy Myanmar, Senin 28 September 2026.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB menyampaikan saat sekarang kondisi MYF masih berada dalam penanganan Kepolisian setempat di Myawaddy, Myanmar dan berdasarkan komunikasi terakhir berada dalam kondisi sehat.

“Sebelumnya yang bersangkutan sempat tidak dapat dihubungi oleh pihak keluarga karena tidak memiliki kuota/data internet dan hanya dapat menggunakan Wi-Fi secara terbatas. Saat ini yang bersangkutan telah dapat terhubung kembali,” ungkap Pradiptha Himawan Putra, S.H., M.H. selaku Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans Provinsi NTB, Senin 28 September 2026.

Paspor yang bersangkutan diinformasikan diamankan oleh pihak Kepolisian setempat selama proses penanganan dan koordinasi dengan pihak Imigrasi Myanmar.

“Yang bersangkutan juga saat ini tidak memiliki uang pegangan, sehingga mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi. Kondisi penggunaan mata uang di kawasan Myawaddy yang melibatkan Kyat Myanmar maupun Baht Thailand turut menjadi kendala praktis bagi yang bersangkutan dalam melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari,” terang Pradiptha.

Sementara itu, proses pemindahan dari Myawaddy menuju Yangon masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan otoritas setempat, khususnya dengan mempertimbangkan kondisi keamanan wilayah, proses pemeriksaan, serta proses keimigrasian.

“Disnakertrans Provinsi NTB akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan KBRI Yangon sampai terdapat perkembangan lebih lanjut mengenai pemindahan menuju Yangon dan proses kepulangan yang bersangkutan ke Indonesia,” tutupnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page