Kades Oi Panihi Tambora Sambut Proyek SPAM Rp1,6 Miliar, 228 KK di Dua Dusun Bakal Dapat Air Bersih

Pekerja proyek menggali tanah untuk pemasangan pipa HDPE proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan senilai Rp1,6 Miliar di Desa Oi Panihi Dusun Kawinda Tengah dan Ngguwu Ponda, Selasa (13/10/2026). Proyek yang bersumber dari mata air Sori Panihi tersebut akan melayani 228 KK penerima manfaat.

Bima, Garda Asakota.-Kepala Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Sri Kurniati Ningsih, S.E., menyambut baik hadirnya proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di desanya senilai Rp1,6 miliar.

Proyek tersebut berlokasi di dua dusun, yakni Dusun Kawinda Tengah dan Dusun Ngguwu Ponda, dengan total 228 Kepala Keluarga (KK) sebagai penerima manfaat.

Menurut Kades, sebelumnya pernah ada proyek perpipaan dari Dinas PUPR Provinsi NTB yang mengalirkan air dari sumber mata air Air Terjun Sori Panihi hingga ke rumah-rumah warga. Namun, jaringan tersebut mengalami kerusakan akibat banjir, sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih terhenti.

“Di daerah kami ini, setiap musim hujan selalu datang banjir dan merusak pipa yang terpasang beberapa kilometer. Pasca kerusakan pipa, warga memenuhi kebutuhan air bersih dengan menumpang dari tetangga yang memiliki pompa air manual dan mesin Sanyo, untuk kebutuhan minum dan rumah tangga,” ungkap Sri Kurniati Ningsih kepada Garda Asakota, Selasa (13/10/2026).

Pihaknya bersyukur karena tahun ini ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas PUPR Kabupaten Bima yang menghadirkan proyek SPAM.

“Jika dulu pakai pipa paralon, sekarang proyek SPAM kabarnya pakai pipa karet yang hitam itu. Ada sekitar 228 KK penerima manfaat di dua dusun. Sekarang sedang pasang meteran di rumah-rumah penerima manfaat sebelum nantinya dipasang pipa induk sampai ke sumber mata air Sori Panihi,” jelasnya.

Pihak desa juga telah membentuk kelompok pengelola air. Terkait mekanisme iuran, akan dirapatkan kembali bersama warga.

Kades berharap, SPAM nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dijaga bersama. “Ini merupakan aset desa, aset kita bersama. Jangan sampai ada kerusakan-kerusakan. Harus kita jaga selamanya,” harapnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page