Duta PKS: Janji Bantu Masjid Itu Bagus, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Diberi Janji Palsu

 

IMG 20220430 145141
Amir Syarifuddin, SHi.

Kota Bima, Garda Asakota.-



Sikap Walikota Bima, HM. Lutfi, yang sudah secara pasti menjanjikan dan mematok besaran bantuan untuk masjid dan musholla di tahun anggaran 2023 mendatang menuai sorotan, karena dianggap mendahului pembahasan dan penetapan APBD 2023.


Warga menilai, penetapan dana APBD itu harusnya melewati tahapan pembahasan di Banggar baru bisa dibahasakan digelontorkan anggaran dengan nominal tertentu oleh Kepala Daerah. 


Jadi tidak etis rasanya, APBD 2023 yang belum dibahas tapi kepala daerah sudah menjanjikan dan memastikan lebih dahulu besaran dana yang dibantu. Ini mengesankan bahwa peran lembaga legislatif sama sekali tidak dihargai. 


Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.Hi, menilai bahwa pada prinsipnya janji bantuan untuk rumah ibadah itu sesuatu yang positif/bagus. 


Bahkan ia menekankan bahwa, janji kucuran bantuan itu jangan hanya pada Masjid saja tetapi juga rumah ibadah agama lain selain masjid. 


“Dan itulah fungsinya pemerintah, dengan cara memberikan bantuan diharapkan mampu menjaga keharmonisan antara umat dan meningkatkan nilai-nilai ketaqwaan umat,” ungkapnya kepada Garda Asakota, Sabtu (30/4/2022).



Saat ditanya bagaimana kalau pemerintah menjanjikan dengan menyebutkan angka angka nominal bantuan untuk APBD tahun 2023 mendatang?.


Menurut Amir, janji itu boleh boleh saja, mungkin Walikota sudah bisa memproyeksikan postur APBD kedepannya sehingga berani berjanji.


Yang jadi soal, kata dia, bagi siapapun yang menjadi pejabat publik, sering kali masyarakat itu diberi janji palsu sehingga masyarakat sering kecewa dengan pejabat atau penguasa.


Amir juga mewanti wanti seorang penguasa atau pejabat tidak boleh memberikan bantuan atas dasar kepentingan politik sehingga APBD atau APBN dijadikan bancakan sekelompok penguasa untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja.


“Padahal APBD itu uang negara untuk kesejahteraan masyarakat. Dan poin ini sangat sulit dibuktikan, untuk itu kita positif thinking atau berbaik sangka saja, semoga janji janji itu bisa terealisasi dan membawa kebaikan untuk masyarakat,” harap duta PKS ini. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *