Blog  

Proyek Jalan Menuju Lapangan Tembak Rp1,8 M Disorot, Warga Keluhkan Pekerjaan Drainase yang Tidak Tuntas

Pembangunan drainase yang dikeluhkan warga.


Kota Bima, Garda Asakota.-



Proyek pekerjaan jalan menuju lapangan tembak Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Kota Bima senilai Rp1,7 miliar menuai sorotan dan tanda tanya warga. 



Pasalnya, realisasi pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh CV Restu Bunda itu meninggalkan persoalan baru bagi pemilik lahan yang sudah menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan drainase di sisi kiri kanan jalan.



Kepada media ini seorang pemilik lahan, Aba Husni mengaku kecewa dengan adanya pekerjaan ini. Dia kecewa bukan karena telah  menghibahkan sebagian lahannya 60 cm untuk pembuatan drainase di sepanjang kebunnya secara gratis.


Tapi kecewa mengapa pekerjaan drainase tersebut tidak tuntas. “Pekerjaan drainase yang mengambil lahan saya ini mangkrak karena baru sebagiannya saja yang dikerjakan,” kesalnya kepada wartawan, Jumat siang (17/11/2023). 



Husni mengaku, drainase yang sudah dikerjakan di lahannya itu baru terealisasi sekitar belasan meter saja, sementara yang belum dikerjakan hingga saat ini masih sekitar 50 meter.


“Kalau pekerjaannya terhenti sekarang lantaran tidak cukup anggaran, sudah pasti  lahan saya akan rusak karena semua sumber air dari segala sisi itu muaranya di lahan milik saya ini,” cetusnya.


Lurah Jatibaru Barat, Nakhyar Munkar, S.Pdi, yang dimintai tanggapannya seputar pekerjaan jalan itu mengakui bahwa anggaran pekerjaan proyek itu memang sudah nggak ada lagi. 


Untuk kelanjutannya, kata dia, akan diusulkan kembali agar bisa dilanjutkan tahun 2024 mendatang. “Apa yang menjadi keluhan warga akan disampaikan ke Dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, PPK Proyek, Kurnyaddin yang dikonfirmasi Garda Asakota membantah jika pekerjaan proyek itu terhenti karena tidak cukup anggaran. 


“Siapa bilang berhenti pekerjaan masih berjalan kok, sekarang sedang rabat bahu jalan,” jawabnya, Jumat siang (17/11/2023).


Diakuinya untuk drainase seperti yang dikeluhkan warga itu panjangnya sekitar 100 meter memang baru dipasangi 13 beton drainase (uditch), baru sisanya nanti akan diupayakan tahun depan.


“Untuk lahan warga sebenarnya sudah nggak ada persoalan karena semua sudah disepakati bersama untuk diupayakan tahun depan bahkan kemarin dengan pemilik lahan sudah salaman tanda sepakat. Kami upayakan anggarannya untuk diusulkan pada APBD awal tahun 2024,” akunya.


Di tanya apa saja item pekerjaan dari anggaran sebesar Rp1,8 miliar tersebut, pria yang kerap disapa Edy ini merinci beberapa item pekerjaan seperti pengerasan jalan, rabat sisi kiri kanan, pemasangan beton drainase (uditch) 100 meter dan pengaspalan jalan sepanjang 900 meter,” pungkasnya. (GA. 003*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *