Bima, Garda Asakota.-Fasilitas vital RSUD Sondosia Kabupaten Bima dalam kondisi darurat. Genset utama rumah sakit dilaporkan rusak total dan tak lagi mampu menopang kebutuhan listrik rumah sakit jika tiba-tiba listrik PLN mati.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima melalui RSUD Sondosia akhirnya menganggarkan dana Rp1,5 miliar untuk pengadaan genset baru.
Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH., membenarkan anggaran tersebut saat dikonfirmasi Garda Asakota, Minggu (18/10/2026). “Iya sudah dianggarkan Rp1,5 miliar untuk genset baru. Genset lama rusak dan kapasitanya tidak mampu menanggung kebutuhan listrik RS jika PLN tiba-tiba mati,” tegasnya.
Kerusakan genset lama dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan pasien, terutama saat pemadaman listrik PLN. Untuk itu, pihak RSUD mengusulkan spesifikasi tinggi untuk penggantinya.
Spesifikasi yang diusulkan minimal 400 KVA dengan mesin kelas industri yakni Cummins atau Perkins. Paket pengadaan juga harus mencakup ATS 3 pcs, kabel power, grounding, knalpot, tangki solar, pondasi, bangunan pelindung genset, hingga instalasi lengkap dan commissioning test.
Termasuk juga perizinan lengkap yakni izin genset, Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Identitas Instalasi (NIDI) agar operasional genset legal dan aman.
Namun, proses pengadaan belum sepenuhnya jelas. Firman mengaku hingga kini pihaknya masih menunggu Kerangka Acuan Kerja (KAK) resmi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Tapi spek resminya kita tunggu KAK resmi dari PPK. Kami belum dapat info siapa PPK-nya,” akunya. (GA. 212*)



























