Bima, Garda Asakota -Sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Bima kembali menorehkan pencapaian membanggakan. Setelah sempat mengalami penundaan realisasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi menetapkan penambahan tiga desa penyangga program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Penetapan pada Rabu, 30 September 2026 tersebut menambah alokasi dari sebelumnya 13 desa menjadi 16 desa. Dengan capaian itu, Kabupaten Bima resmi mengukuhkan diri sebagai daerah dengan jumlah alokasi Kampung Nelayan terbanyak se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Tajudin, SH, M.Si, Minggu (4/10/2026) menjelaskan tiga desa yang baru ditetapkan tersebut adalah Desa Piong Kecamatan Sanggar, Desa Sangiang Sape Kecamatan Sape, dan Desa Lambu Kecamatan Lambu.
“Ketiga desa baru ini melengkapi 13 desa sebelumnya yang telah lebih dulu masuk dalam daftar penerima manfaat program nasional tersebut,” terang Tajudin.
Menindaklanjuti penetapan itu, tim dari perusahaan pemenang tender PT Bintang Kencana Wangi bersama jajaran DKP Kabupaten Bima langsung bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan dan sosialisasi.
Rangkaian dimulai Kamis, 1 Oktober 2026 di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, dan dilanjutkan Jumat, 2 Oktober 2026 di Desa Sangiang Sape dan Desa Lambu untuk memastikan kesiapan teknis di tingkat tapak.
Menyusul rampungnya sosialisasi dan peninjauan teknis, pekerjaan konstruksi fisik dijadwalkan segera dimulai oleh PT Bintang Kencana Wangi.
Pemkab Bima berharap program ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan dampak luas dan berkelanjutan bagi peningkatan taraf hidup dan ekonomi masyarakat nelayan pesisir.
Sebagai tanda beroperasinya KNMP, Bupati Bima dijadwalkan akan melakukan launching resmi pada Kamis, 18 Oktober 2026 yang dipusatkan di KNMP Desa Rompo, Kecamatan Langgudu sebagai desa utama. (GA. 212*)


























