Blog  

Ditengah Kondisi Iklim Panas Ekstrim, Produksi Padi NTB Meningkat Pada Triwulan I 2023

 

Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB, H Fathul Gani.



Mataram, Garda Asakota.-

 


Meski iklim panas ekstrim melanda beberapa wilayah di
Indonesia. Namun produksi padi petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
pada triwulan I tahun 2023 ini mengalami peningkatan yang signifikan.

 


“Alhamdulillah, produksi padi Triwulan I Tahun 2023
meningkat bila dibanding Triwulan I Tahun 2022. Hal ini patut kita syukuri
ditengah kondisi iklim panas yang ekstrim dibeberapa wilayah Indonesia,” ujar
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Fathul Gani,
kepada wartawan Senin 08 Mei 2023.

 


Pihaknya mengaku optimis dengan pencapaian target 1,35 juta
ton Gabah Kering Giling (GKG) di tahun 2023.

 


“Insya Allah target tersebut bisa dicapai dan kami sangat
optimis bisa tercapai dengan melihat data Triwulan I yang dikeluarkan BPS untuk
periode Januari-Maret sudah mencapai 
629.000 Ton GKG mengingat puncak panen di NTB pada bulan April 2023 dan
itu belum masuk perhitungan dan akan di akumulasi pada Triwulan II periode
April-Juni 2023. Ada kenaikan 83 ribu ton GKG dari Triwulan I tahun 2022 atau
kenaikan  sekitar 13,19 %,” terangnya.

 


Distanbun Provinsi NTB serta Kabupaten dan Kota menurutnya
terus memotivasi dan mendorong petani NTB yang memiliki sistem pengairan yang
bagus untuk dapat terus melakukan pemanfaatan lahan dengan terus menanam padi
ditengah harga Gabah yang cukup tinggi yang 
didapat oleh para petani saat ini.

 


“Saat sekarang harga GKG per KG berkisar antara Rp5.200.-
hingga Rp5.700.-,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *