Blog  

Pernah Diundang Jadi Narasumber di TV, Dokter Muda Asal Bima Ini Siap Mengabdi untuk Masyarakat dan Daerah

 

Nur Fathi Zulfa Butsaina, saat menjadi Narasumber diskusi bertajuk Gotong Royong entaskan stunting di Provinsi NTB yang disiarkan salah satu Televisi beberapa waktu lalu. Foto: Ist

Mataram, Garda Asakota.-



Nur Fathi Zulfa Butsaina begitulah nama panjangnya, anak pertama dari dua orang bersaudara, buah hati pasangan suami istri Drs. Abdul Rafid, M. Pd, bekerja sebagai Guru pada SMPN 8 Kota Bima dan Ir. Suhartini bekerja pada Dinas Peternakan Kabupaten Bima ini, merupakan seorang Dokter Muda pada Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) Povinsi NTB.



Fathin begitu dirinya biasa disapa, lahir di Bima 24 tahun lalu tepatnya pada tanggal 29 Juni 1999.


Salah satu lulusan terbaik SMAN 1 Kota Bima yang masuk melalui jalur undangan pada tahun 2017 ini, selain aktif di kegiatan kegiatan organisasi kemahasiswaaan, juga pernah menjadi Narasumber dalam sebuah siaran Televisi bertajuk Gotong royong entaskan stunting di Provinsi NTB.


“Untuk Narasumber di salah satu siaran Televisi itu memang benar adanya, selebihnya saya aktif di kegiatan organisasi mahasiswa, namanya Tim Bantuan Medis  (TBM) Bumi Gora dan banyak kegiatan yang dilakukan seperti menjadi tim medis di event event kemudian rutin melakukan bhakti sosial juga,” tutur Fathin, sapaan akrabnya.



Saat di hubungi media ini sosok muda berparas cantik itu merendah sembari menyatakan permohonan maafnya karena tidak bisa menyempatkan banyak waktu untuk berbincang bincang dengan media.


“Maaf pak, saya sekarang sedang menjalani masa klinik atau praktek magang (koas) di salah satu Pusat Kesehatan di Kabupaten Lombok Barat, saya belumlah resmi bergelar dokter, masih calon,” ujarnya merendah.


Dia berharap pasca praktek klinik ini, ia bersama rekan rekan dokter lainnya segera menyandang gelar dokter.


“Kalau yang berasal dari Bima untuk Fakultas Kedokteran Universitas Mataram kebetulan bukan hanya saya saja pak, ada beberapa rekan lainnya juga yang saat ini sedang menjalani praktek klinik,” imbuh gadis berkacamata itu.



Ditanya apakah menjadi seorang dokter adalah cita citanya sejak kecil? Dokter di mata Fathin kecil merupakan profesi yang mulia dan keren. Dia pun membulatkan tekad dan gigih mengusahakan cita-citanya itu terkabul.


Kini, berkat kegigihan serta doa kedua orang tuanya, dia pun sukses meraih cita-citanya menjadi dokter.


“Yaps benar sekali menjadi dokter cita cita saya sejak kecil dan Alhamdulillahnya didukung penuh oleh kedua orangtuaku tercinta.


In shaa Allah, bila nanti saya benar benar menjadi seorang dokter, pastinya saya ingin membantu menyehatkan masyarakat, saya ingin menjadi dokter yang amanah dan mengabdikan diri untuk daerah,” pungkasnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *