Blog  

Wakil Walikota Bima Shalat Idul Adha di Lapangan Pahlawan Bersama Ribuan Warga

 

Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, disalami warga usai pelaksanaan shalat Id Adha.

Kota Bima, Garda Asakota.-


Pelaksanaan sholat Idul Adha 1443 H di lapangan Pahlawan Raba dihadiri oleh Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, Minggu pagi (10/7/2022). Bersama ribuan umat muslim lainnya Wakil Walikota memulai Sholat Id sekitar pukul 07.00 Wita.



Sesuai jadwal, pagi itu pria yang juga Ketua DPD PAN Kota Bima ini didampingi sejumlah Pejabat Pemkot Bima diantaranya Kadis Perhubungan, Kepala DLH, Kadis Pertanian, Kepala DPMPTSP, Kabag Organisasi, Kabag Hukum, dan Camat Raba.


Bertindak sebagai Imam dalam pelaksanaan sholat Idul Adha ini, yakni Ustadz Ahmad Adza Fuad, SQ. Sedangkan untuk khutbah Id disampaikan oleh  Drs. H. Abdul Gaffar H. Abdullah.

Ribuan jamaah saat meninggalkan lokasi shalat Id Adha di lapangan Pahlawan Raba Bima, Minggu pagi (10/7/2022).

Ustadz Abdul Gaffar menjelaskan bahwa Hari Raya Idul Adha dinamakan juga Hari Raya Qurban karena di hari itu di syariatkan ibadah yang paling utama yaitu Ibadah Qurban.


Dalam ibadah Qurban tergambar kesabaran Nabi Ibrahim AS atas ujian yang di berikan kepadanya serta terkenang dengan jelas mengenai ketaatan beliau terhadap segala perintah Allah SWT kepadanya.


“Kesabaran dan ketaatan beliau inilah yang menyembabkan Nabi Ibrahim AS di Anugerahi kehormatan yang sangat tinggi sebagai Khalilullah (Kekasih Allah),” tuturnya.


Di sebutkan bahwa Nabi Ibrahim itu orang kaya pada jamannya berupa 1000 ekor Domba 300 lembu dan 100 ekor unta namun beliau menyatakan bahwa itu Milik Allah yang masih jadi miliknya sehingga ketika Allah berkehendak suatu waktu semuanya akan dirinya serahkan dengan ikhlas.


“Jangankan ternak,anak kesayanganku pun Ismail jika Allah meminta niscaya akan aku serahkan dengan ikhlas,” katanya.




Pernyataan Nabi Ibrahim inilah yang kemudian di jadikan bahan ujian yaitu Allah SWT menguji Iman dan Taqwa melalui mimpinya yang haq yaitu agar dirinya mengorbankan putranya yang kala itu berusia 7 tahun dan sedang lincah lincahnya supaya di korbankan dan di sembelih dengan tanganya sendiri.


Mengetahui hal itu Ismail pun merelakan dirinya di sembelih oleh ayahnya sendiri sebagai bukti ketaatan,lakukanlah niscaya engkau akan mendekatiku termasuk orang orang yang sabar.


Peristiwa  bersejarah ini memberi pelajaran bagi setiap muslim bahwa anak yang berbakti lahir dari orang tua yang berbakti pula seperti kata pepatah “daun jatuh tidak jauh dari pohonnya”.


Pantauan langsung wartawan, ribuan umat muslim berbondong bondong hadir di lapangan, baik jamaah laki laki maupun perempuan, dewasa, generasi muda hingga anak anak. 


Pelaksanaan sholat Id di lapangan Pahlawan Raba diawali gema takbir. Kemudian pengantar dari Protokol, pelaksanaan shalat Id dan penyampaian Khutbah Id oleh Ustadz Abdul Gaffar yang mengulas sejarah pengurbanan sosok orang tua teladan dan anak tercinta, Nabi Ibrahim AS, Ismail AS, dan ibunda tercinta, Siti Hadjar. 


Usai menunaikan shalat Idul Adha, Wakil Walikota Bima disalami warga. Setelah itu balik ke kediaman di lingkungan Santi untuk menggelar acara open house. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *