Merdeka Belajar, UNIPRIMA Makassar dan UMMAT NTB Tandatangani MoU di Bidang Pendidikan

Rektor UNIPRIMA Makassar Sulsel, Prof DR H Imran Ismail (Kanan) berpose bersama Rektor UMMAT NTB, Prof DR H Arsyad Ghani, (Kiri), usai penandatanganan MoU di Bidang Pendidikan di Aula UMMAT Mataram NTB, Minggu 31 Oktober 2021.

Mataram, Garda Asakota.-


Rektor Universitas Puangrimagalatung (UNIPRIMA) Makassar Sulawesi Selatan, Prof DR H Imran Ismail, yang juga Guru Besar Ilmu Administrasi Negara di Universitas Bosowa Makassar pada Minggu 31 Oktober 2021, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Prof DR H Arsyad Ghani.


Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara kedua Petinggi Universitas yang berlangsung di Rektorat UMMAT Mataram tersebut menandai kerjasama pendidikan antara kedua Universitas yang meliputi Tiga Pengabdian Perguruan Tinggi atau Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti pada aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian pada masyarakat.


“Tapi lebih dari itu ruang lingkup kerjasamanya diperluas dalam rangka merdeka belajar atau Kampus Merdeka sesuai dengan amanat Mas Menteri yang meliputi sepuluh kegiatan seperti pertukaran Mahasiswa,Dosen maupun staf, Kuliah Kerja Nyata Tematik, Magang, Perkuliahan Dosen Tamu, Penelitian Bersama, Seminar/Konferensi, Proyek Kemanusiaan, Pengembangan Kelembagaan, Pengabdian kepada Masyarakat maupun kegiatan lain yang relevan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” terang Prof Imran kepada wartawan media ini.


Paska penandatanganan MoU, menurutnya akan ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MOA) ditingkat Fakultas bahkan pada tingkat pelaksanaannya nanti akan ditindaklanjuti dengan Implementation Agreement (IA) antara kedua Universitas.


“Sehingga sifatnya seiring dengan apa yang menjadi kelebihan UMMAT akan menjadi bahan kami untuk dikembangkan juga di UNIPRIMA. Begitu pun sebaliknya. Demikian juga dalam bidang research bisa juga dilakukan secara bersama-sama terutama juga dalam bidang akreditasi kedua perguruan tinggi ini,” jelas pria kelahiran Jatiwangi Asakota Kota Bima ini.


Pemilihan UMMAT sebagai salah satu perguruan tinggi yang diajak bekerjasama, menurutnya, dikarenakan UMMAT merupakan salah satu Universitas Swasta Teratas di Provinsi NTB berdasarkan berbagai indikator yang ada sehingga layak dijadikan mitra dalam rangka pengembangan Perguruan Tinggi kedepannya.


“Untuk di NTB ini bahkan UMMAT ini peringkatnya berada di nomor dua setelah Unram. Kalau tidak salah jumlah Perguruan Tinggi Swasta di NTB ini sekitar 56. Dan UMMAT ini menempati peringkat teratas di NTB, dibawah Unram. 


Dan saya salut dengan pak Rektor yang sekarang karena memiliki prioritas perhatian pada aspek riset. Bahkan di UMMAT sendiri ada penyiapan anggaran bagi para dosen dalam peningkatan kualitas SDM nya seperti mengisi tulisan-tulisan dalam Jurnal Internasional,” paparnya.


Sementara UNIPRIMA sendiri menurutnya merupakan sebuah Universitas yang dalam tiga tahun terakhir ini terbentuk dari hasil merger empat perguruan tinggi yang berbentuk Sekolah Tinggi dan berhasil menjadi sebuah Universitas berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional yakni pada akhir tahun 2018.


“Jadi dianggap masih sangat muda sekali setelah berubah bentuk. Dan sekarang menjadi empat fakultas yang pertama Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Perawatan dan Kebidanan serta ditambah dengan satu Program Paska Sarjana Bidang Administrasi Publik. 


Dengan jumlah mahasiswa hampir 5000 orang dan terdiri dari 12 Program Studi yang dibina saat ini. Dan kami terus mengembankan program studi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *