Dampak Zonasi, SMPN 7 Kota Bima Minim Pendaftar

SMPN 07 Kota Bima

Kota Bima, Garda Asakota.- Sistem Zonasi yang diterapkan tidak berjalan mulus. Buktinya, SMPN 7 Kota Bima minim pendaftar akibat dampak dari sistem zonasi.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 7 Kota Bima, H. Marwan mengatakan sistem zonasi yang diterapkan untuk siswa baru hanya formalitas. Karena fakta realisasinya nol besar.   

“Imbasnya sekolah kami terkena dampak dari tidak berjalannya sistem zonasi ini secara baik,” ngkapnya beberapa waktu lalu,” katanya.

Menurutnya, SMPN 7 Kota Bima dulu sekitar tahun 80 hingga 90 an merupakan satu satunya sekolah di wilayah bagian utara Kota Bima khususnya Kecamatan Asakota dengan jumlah siswanya selalu melebihi kapasitas ruangan belajar yang tersedia.

“Namun sejak sistem zonasi diberlakukan perlahan lahan, jumlah siswa sangat minim hingga tak heran ada beberapa ruang kelas nya berubah fungsi,” katanya.

Ia menerangkan ada salahsatu SMP di luar zonasi yang mencari calon siswa di SDN 74 Songgela, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota. Bahkan mengiming- imingi antar jemput pakai mobil gratis asal mau sekolah di sekolah itu.

“Sesuai zonasi, siswa SDN Songgela ini harusnya mendaftar ke SMPN 7. Tapi faktanya mendaftar di sekolah lain dan diluar zonasi,” katanya.

Bahkan ada juga SMPN lain di Kota Bima di luar zonasi secara terang terangan mendatangi mencari calon siswa di Lingkungan Gindi Tambana dan sekitarnya Kelurahan Jatiwangi. 

“Kan sudah ditahu, bahwa ada SMP 7 Kota Bima yang paling dekat dengan lingkungan ini,” paparnya.

Jika merujuk pada sistem zonasi, seharusnya calon siswa yang mendaftar di SMPN 7 yakni, SDN 3 Jatiwangi, SDN 58 Tambana, dan SDN 70 Songgela. Sedangkan SD 46 Lela dan SD 59 Salewi merupakan zonasi irisan antara SMP 7 Kobi dan SMP 11 Kobi

“Kami hanya menginginkan pada Pemerintah Kota Bima melalui Dinas terkait untuk benar benar menjalankan Zonasi dengan nyata,” harapnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *