DPD Gemura NTB Gelar Diskusi Politik Pemuda, Saatnya Pemuda Berpolitik

 

Diskusi yang dipandu langsung oleh Sekretaris Umum (Sekum) DPD Gemura NTB yang sekaligus CEO Talikanews.Com, Suparman, SH.,



Mataram, Garda Asakota.-


Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Nurani Rakyat (GEMURA) Provinsi NTB pada Senin Malam,  24 Januari 2022, bertempat di Tuwa Kawa Cafe Mataram, menggelar diskusi kepemudaan yang mengambil tema “Youth Political Discussion: Pemuda, Politik, Ekonomi,”.


Diskusi yang dipandu langsung oleh Sekretaris Umum (Sekum) DPD Gemura NTB yang sekaligus CEO Talikanews.Com, Suparman, SH., menghadirkan sejumlah pembicara seperti Ketua DPD GMNI NTB, Al Mukmin Betika, Direktur Politician Academy, Bonggas Adhi Chandra, dan President OIC Youth Indonesia yang juga Ketua Umum DPP Wimnus sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Gemura, Syafii Efendi.


Dihadapan peserta diskusi yang terdiri dari para Ketua OKP, Ketua Umum DPD Gemura NTB, M Syafiq Aminy, mengungkapkan DPD Gemura NTB telah mengagendakan sepanjang tahun 2022 dan 2023, dengan kegiatan diskusi yang akan menghadirkan OKP.


“Kita akan berkolaborasi penuh dengan OKP-OKP lainnya untuk mengangkat dan membahas isu-isu strategis kedepannya,” kata Syafiq Aminy.


Ketua DPD GMNI NTB, Al Mukmin Betika, memompa semangat pemuda untuk terus meningkatkan potensi yang dimiliki pemuda, tidak hanya dalam aspek politik, tapi juga dalam aspek lainnya.


“Pemuda harus terus mengasah dan memoles potensi yang dimiliki agar tetap bisa mengambil peran penting dalam membangun bangsa. Dikotomisasi antar pemuda harus segera dihilangkan. Dan perjuangan pemuda tidak hanya terbatas pada ruang-ruang diskusi dan dialektik,” kata pemuda asal Desa Ngali ini.


Direktur Politician Academy, Bonggas Adhi Chandra, mengatakan saatnya para pemuda memberikan porsi lebihnya terhadap politik. Karena menurut Bonggas, dengan politiklah pemuda bisa memberikan peran yang lebih besar untuk memperbaiki hajat hidup orang banyak dengan melahirkan kebijakan politik yang bermanfaat bagi orang banyak.


“Akan tetapi benarin dulu mindsetnya. Jangan masuk politik karena kepingin dapat duit banyak. Jadikan mindset berpolitik itu untuk kemanfaatan orang banyak. Politik adalah tentang kekuasaan, tapi harus diingat bahwa tujuan akhir dari.kekuasaan adalah kesejahteraan rakyat,” kata Bonggas.


President OIC Youth Indonesia yang juga Ketua Umum DPP Wimnus sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Gemura, Syafii Efendi, menekankan bahwa ketika pemuda masuk politik, maka paling tidak harus menguatkan ideologis dan juga menguatkan pondasi ekonomi.


“Ada dua cara untuk menggerakan orang yaitu dengan jalan ideologis. Dan satunya lagi adalah dengan ekonomi. Jadi kalau ideologinya lemah, maka ekonominya harus kuat. Kalau ideologinya kuat, maka ekonomi boleh lemah. Kalau ideologi lemah, ekonomi juga lemah, maka ini yang susah,” pungkasnya.


Diskusi yang berlansung selama satu jam lebih itu berhasil menarik perhatian pemuda. Disamping karena ulasan dari pembicara yang cukup menarik juga dikarenakan tema diskusinya juga cukup kekinian mengingat gong pemilu, Pilpres dan Pilkada bakal digelar dalam beberapa tahun lagi. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *