Blog  

Festival Pacuan Kuda Segera Digelar di Kobi


Sudirman DJ, SH.





Kota Bima, Garda Asakota.-




Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Bima dalam waktu dekat ini berencana akan menyelenggrakan kegiatan Festival Pacuan Kuda Walikota Cup dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang akan berlangsung di arena Pacuan Kuda Sambinae Kecamatan Mpunda Kota Bima.


Kabar inipun tentu sangat direspon baik oleh elemen masyarakat khususnya bagi para pemilik maupun pencinta Kuda Pacu, apalagi budaya dan tradisi yang sudah mengakar di tengah kehidupan masyarakat Bima ini sudah lama vakum.


Ketua Pordasi Kota Bima, Sudirman Dj, SH, saat di konfirmasi media ini mengakui gelaran Festival Pacuan Kuda Kota Bima akan segera dilaksanakan di lapangan pacu Sambinae Kota Bima. 


“Memang benar, rencananya akan kita adakan mulai tanggal 11 sampai 19 November 2023, sedangkan pengukuran kuda dimulai tanggal 5 lusa sampai 9 November,” ungkapnya kepada Garda Asakota, Jumat (2/11/2023).



Menurutnya, ada 14 kelas yang nantinya akan dilombakan yaitu kelas TK, OA, OB, THA, THB, TB, TA, TC, A, B, C, D, E dan F  dengan biaya administrasi pendaftaran sebesar Rp300 ribu per kuda.


“Kejuaraan ini hanya untuk NTB yang meliputi Bima, Dompu, Sumbawa dan Lombok,” katanya. Soal ijin diakui pihaknya sudah bersurat ke pihak berwajib.



Sudirman mengungkap alasan pihaknya sehingga kekeh untuk melaksanakan kegiatan ini. Sejatinya, kata dia, kegiatan festival Pacuan Kuda Kota Bima sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, bahkan untuk pelaksanaannya Panitia sudah membenahi arena lintasan.


“Tapi karena ada kejadian yang di luar keinginan kita semua menimpa salah satu joki cilik kita, maka rencana yang sudah di depan itu mata gagal.


Bahkan panitia pun sudah bersurat meminta ijin tapi dikembalikan tanpa ada jawaban, apalagi solusi. Padahal soal kejadian itu kan di luar kuasa kita sebagai manusia, karena tidak ada yang menginginkan itu terjadi,” imbuhnya



Pihaknya menginginkan Filosofi Ingat Bima Ingat Kuda, Ingat Kuda Ingat Bima, yang sudah mengakar jadi budaya dan tradisi Dou Mbojo sejatinya haruslah tetap lestari.


Untuk itu, kepada semua pihak terkait dia berharap untuk dapat bersikap bijak menyikapi hal ini karena aturan sejatinya haruslah berlaku menyeluruh, tidak hanya di Kota Bima saja.


“Karena di daerah lain seperti Sumba Barat dan Sumba Timur, pelaksanaan kejuaraan kuda aman aman saja,” pungkasnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page