Blog  

Hadiri Puncak Kegiatan Teka Tambora, Bupati Bima Minta Warga Terus Suguhkan Kesan Baik

 

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP, di acara malam puncak event Teka Tambora di pesisir Desa Labuhan Kananga Kecamatan Tambora, tadi malam.

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-




Event Teka Tambora kembali dihelat sejak  tanggal 16 hingga 18 Juni 2023, mengusung tema “Akulturasi Budaya Nusantara Lingkar Tambora yang Mendunia”.


Event pendakian ini merupakan event tahunan ke-4 sejak tahun 2018 dan menjadi event pendakian yang sangat menarik untuk diikuti, karena selain pendakian gunung Tambora dari Labuan Kenanga dan Oi Bura, event ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan atraksi budaya berupa pagelaran seni untuk seluruh masyarakat dan peserta pendakian.


Selain pendakian, tahun ini Teka Tambora juga di ramaikan dengan berbagai kegiatan seperti malam Pentas Kesenian Jumat malam (16/6/2023), pameran UMKM Sabtu (17/6/2023) hingga Pawai Budaya Rimpu yang digelar pada hari Minggu (18/6/2023).


“Pawai Budaya, Minggu pagi (18/6/2023) melibatkan seluruh elemen masyarakat Tambora di tujuh desa termasuk dari etnis Lombok, Jawa, dan Bali, sekaligus memeriahkan HUT Kecamatan Tambora ke 17 tahun,” ungkap Camat Tambora, Fadillah, SS, kepada Garda Asakota, Sabtu sore (17/6/2023).


Atraksi kesenian di malam puncak event Teka Tambora 2023.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP,  yang hadir di malam Pentas Seni dan Budaya Sabtu malam (17/6/2023) memberikan apresiasi atas suguhan event oleh Panitia Pesona Bima. 


Menurutnya, panggung yang berhadapan langsung dengan Pulau Satonda  membawa kesan tersendiri bagi para pengunjung. 


“Sukses bukan hanya soal banyaknya yang hadir, tetapi juga bagaimana konsistensi penyelenggaraan event. Salam Perdamaian Tambora untuk Seluruh Masyarakat Dunia,” ucapnya.


Tugas bersama hari ini, kata dia, tidak hanya  bagaimana kejayaan Tambora di masa lalu dikenal, tetapi bisa memastikan akses untuk hadir dan melihat langsung ke kawasan Tambora.


 

Akan banyak kemudahan yang bisa diberikan kepada masyarakat Tambora  jika mampu mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik bagi siapapun yang berkunjung untuk melihat keindahan dan kemegahan Tambora.


“Terus sampaikan hal-hal baik tentang Tambora agar orang dapat terus hadir menikmatinya,” pesannya.


Pantauan langsung wartawan, event tahunan “Teka Tambora” tahun ini mengemas 19 atraksi seni dan budaya baik berupa tarian tradisional, tarian kontemporer, drama kolosal hingga Pawai Budaya yang digelar  16-18 Juni 2023 yang dipentaskan sore hingga malam hari di Lapangan Desa Labuhan Kananga.


Teka Tambora tahun ini menampilkan beragam atraksi seni, budaya, edukasi dan jelajah alam Tambora yaitu Pendakian Gunung Tambora yang diikuti oleh sekitar 100 orang termasuk dari peserta luar daerah (Karawang, Sumatera Barat, Bandung, Pontianak, dan Jakarta) Basarnas dan TNI-POLRI). Selain itu, Pawai Budaya selain diikuti tujuh desa juga diikuti oleh 4 Paguyuban Sasak, Samawa, Bali, Flores dan Jawa.


Ada juga pameran produk  UMKM, Workshop, Educamp (diikuti dari berbagai sekolah di Sanggar, Tambora, dan Dompu)


Jelajah alam bertajuk Field Trip dengan rute Labuan Kananga – Kebun Kopi – Pabrik Kopi yang dibangun Swedia Tahun 1932 – Eks perkantoran Pengelola Kopi (Uma Na’e)-Pura Umat Hindu  juga menjadi agenda yang disuguhkan kepada para pengunjung. (GA. Jack*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *