Ketua JKSN NTB Sarankan Pimpinan Parpol Jangan Latah Wacanakan Perpanjangan Jabatan Presiden RI

Ketua Umum Jaringan Kyiai dan Santri Nusantara (JKSN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH Hazmi Hamzar.

Mataram, Garda Asakota.-


Ketua Umum Jaringan Kyiai dan Santri Nusantara (JKSN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH Hazmi Hamzar, menyarankan agar para Ketua Umum Partai Politik (Parpol) yang ada di Jakarta, tidak ikut latah, menggulirkan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI.


“Sebaiknya para Pimpinan Partai Politik yang ada di Jakarta, tidak ikut latah, menggulirkan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI. Sebab, Presiden RI, Jokowi, selalu mengatakan tidak ingin memperpanjang masa jabatannya. Mestinya jawaban Presiden RI cukup menjadi pertimbangan bagi Pimpinan Partai yang lain untuk tidak latah meminta hal yang sama,” tegas tokoh agama yang pernah memenangkan duet pasangan Presiden dan Wapres RI, Jokowi-KH Makruf Amin, ini kepada wartawan media ini, Rabu 02 Maret 2022.


Menurutnya, sosok Presiden RI, Jokowi, merupakan sosok yang cerdas dan taat pada konstitusi, bukti kecerdasannya itu adalah menurut TGH Hazmi, bahwa Jokowi tidak mau terpengaruh dengan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI tersebut, meski Jokowi sangat mengetahui bahwa dengan pengaruh besar yang dimilikinya sekarang ini, akan mampu mempengaruhi MPR RI untuk mengubah Undang-undang Dasar 1945 khususnya yang berkaitan dengan Pasal yang berkaitan dengan masa jabatan Presiden RI. Atau mengeluarkan dekrit Presiden untuk memperpanjang masa jabatannya sendiri.


“Akan tetapi karena kecerdasannya, maka Pak Jokowi, sudah pasti lebih mementingkan kepentingan bangsa yang lebih besar ketimbang tergiur dengan tawaran perpanjangan masa jabatannya. Pak Jokowi juga tidak mungkin mau mengorbankan reputasinya yang sangat baik di mata rakyatnya. Serta yang tidak kalah penting lagi adalah pertimbangan Pak Jokowi terhadap keamanan negara. Suka atau tidak suka, jika Pak Jokowi, lebih memilih memperpanjang masa jabatannya, maka ini tentu akan membawa dampak buruk bagi masa depan bangsanya,” ujar tokoh masyarakat Lombok yang sangat kritis terhadap masalah bangsa ini.


Sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat Lombok yang pernah terlibat aktif sebagai Tim Pemenangan Jokowi-Makruf, TGH Hazmi Hamzar, berpendapat agar semua pihak lebih baik memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk menyelesaikan sisa tugasnya dengan sebaik-baiknya ketimbang membicarakan perpanjangan masa jabatan Presiden RI.


“Dan bagi para pembantu Presiden RI atau para Menteri yang berada di Kabinet Jokowi-Makruf, harus lebih bekerja keras mengikuti jejak Presiden RI. Tidak hanya memikirkan kelompok dan partainya semata. Akan tetapi, disisa dua (2) tahun kedepan harus lebih bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan akibat wabah pandemi Covid-19. Ayok, para Menteri segera bangun, kejar Presiden anda dalam bekerja, anda pasti bisa,” pungkasnya. (GA. Im*)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *