Blog  

Proyek SPAM Sambinae Bukan Proyek Gagal, Kadis PUPR: Bak Reservoir SPAM Berfungsi dan Dimanfaatkan

 

Kondisi bak reservoir SPAM Sambinae penuh dengan air, Rabu (10/5/2023). Foto: Ist

Kota Bima, Garda Asakota.-

Sejumlah warga di BTN Sambinae Kota Bima baru baru ini mengeluhkan macet dan tidak berfungsinya distribusi air dari proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

Padahal proyek itu baru saja dikerjakan dengan menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp1,3 Miliar di tahun anggaran 2022 kemarin.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas PUPR Kota Bima menepis tudingan gagalnya proyek tersebut. Dia menjelaskan bahwa kondisi terkini Bak reservoir SPAM Sambinae  justru berfungsi dengan baik.

“Kalau dikatakan proyek gagal, tidak tepat dan sudah di audit juga oleh BPK,” ungkap Kadis PUPR Kota Bima, Agus Purnama, ST, MT, kepada Garda Asakota, Kamis pagi ini (11/5/2023). 

Keterangan vidio: Air mengalir lancar di Bak reservoir SPAM Sambinae ketika dilakukan pengecekan oleh pihak Dinas PUPR Kota Bima.


Menurutnya, SPAM Sambinae sebenarnya sudah berfungi dan dimanfaatkan. Namun belakangan terdapat beberapa kendala diantarnya sering terjadi kebocoran pada pipa lama sehingga menyebabkan berkurang air yang masuk ke bak reservoir. 

Diakuinya, SPAM dengan system pompa rawan sekali dengan kebocoran, sedikit kebocoran akan berdampak besar pada air yang dialirkan.

Kendala lainnya, kata dia, yakni kondisi jaringan pipa pelayanan di dalam perumahan sehingga beberapa gang pelayananya belum maksimal.

Kemudian ada keinginan sebagian masyarakat untuk mengelola sendiri SPAM Sambinae, namun kurang melaksanakan perbaikan kebocoran dan pengisian pulsa listrik tidak optimal. “Puncaknya minggu kemarin pompa tidak beroperasi beberapa hari,” ungkapnya.

Hari rabu kemarin teman-teman di dinas PUPR mulai melakukan perbaikan dan menangani 3 titik kebocoran. 

“Rencananya, hari ini pompa akan dijalankan kembali untuk melayani warga, dan akan dikawal agar optimal,” tegas Agus.

Pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan sistem yang ada, dengan terus mencari titik kebocoran untuk diperbaiki serta pembenahan pipa pelayananya, sehingga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat.

Di singgung adanya keluhan debit air kecil sehingga tidak semua warga BTN Sambinae menerima manfaat dari proyek tersebut diakuinya karena kendala teknis semata,  dimana koneksi pipa lama PDAM yang kondisinya banyak lumpur dan bahkan ada yang mengeras, serta banyak kebocorannya.

“Kita mau tidak mau kerja extra untuk menanggulangi masalah tersebut, jadi bukan karena air yang tidak ada tapi kendala teknis perpipaan yang terkoneksi dengan pipa PDAM,” katanya. 

Saat ditanya kenapa dalam perencanaan proyek tidak mengadakan jaringan pipa sendiri?, Agus menjelaskan bahwa karena sudah ada jaringan PDAM yang tersedia sehingga tidak dilakukan itu, dan perencanaannya akan konek dengan pipa jaringan PDAM tersebut.

“Namun, di luar ekspektasi kita ternyata pipa banyak yang bocor. Tapi, In shaa Allah akan kita benahi,” sahutnya.

Kata anggota dewan dari PKS, Amir Syarifuddin, karena proyek SPAM itu belum bisa memberikan nilai manfaat pada masyarakat BTN Sambinae, maka dianggap salah satu contoh kinerja Pemkot Bima yang gagal memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya, bagaimana menurut pak Kadis?.

 “Itu persepsi beliau, kita acuannya Audit BPK dan spek teknis pekerjaan. Sebab, SPAM Sambinae sebenarnya sudah berfungsi dan dimanfaatkan,” jawabnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *