Blog  

Sesuai Hasil Audit Pembayaran Insentif Guru Ngaji dan Petugas Masjid di Kota Bima Harus Lewat Rekening

 

Suasana antrian para Guru Ngaji maupun petugas Masjid dan Mushalla yang ingin memproses pembuatan nomor rekening di Bank NTB Syariah, Selasa pagi ini.


Kota Bima, Garda Asakota.-


Puluhan warga Kota Bima terlihat  berdesakan dan berebut untuk mengambil nomor antrian di Bank NTB Syariah, Selasa pagi (26/3/2024).


Berdasarkan pantauan langsung media ini puluhan warga tersebut merupakan Guru Ngaji TPQ di Kota Bima yang ingin membuka rekening di Bank NTB.


“Biasanya kan kita terima insentif di Kelurahan masing masing, tapi sekarang malah harus buka rekening Bank NTB,” ungkap seorang Guru TPQ, Sahbudin kepada Garda Asakota.


Ia mengaku, begitu mendapat informasi adanya perubahan soal penerimaan insentif TPQ ini kemarin, dirinya tadi pagi langsung ke Bank. “Tapi rupanya di Bank sudah banyak yang ngantri untuk ambil nomor antrian,” tuturnya.


Ditanya alasan adanya perubahan pola penerimaan ini, ia mengaku tidak tahu. “Mungkin tujuan pemerintah baik untuk membuka rekening, tapi kalau bisa untuk nomor antrian simpan di luar saja, kasihan warga apalagi para Guru Ngaji Lansia ada yang antrian,” harapnya.


Sementara itu Kabag Kesra Setda Kota Bima, H. Sirajuddin, S.Sos, mengakui bahwa sesuai hasil audit semua pembayaran bersifat honor insentif harus masuk ke rekening penerima, tidak lagi lewar cash (tunai).


‘Ini berlaku baik untuk Guru Ngaji TPQ Imam, Marbot dan Bilal. Tapi sebaiknya supaya tidak keliru silahkan konfirmasi ke Inspektorat saja,” sarannya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *