Blog  

STKIP Taman Siswa Jadi Tuan Rumah Kursus Wasit Nasional

 

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-




Tak pernah henti membangun komunikasi baik. Kali ini STKIP Taman Siswa berhasil menjadi tempat pelatihan wasit futsal wilayah NTB. Kesempatan itu didapatkan setelah PSSI Askot Kota Bima menerima tawaran dari Tamsis untuk bekerja sama. Sehingga Tamsis kembali berjejaring, usai menyelenggarakan acara Gebyar Kreasi yang meriah pada Kamis lalu.



Ahad 21 Januari 2024, sebanyak 49 orang peserta hadir di aula kampus kota. Pembukaan kursus wasit futsal level II itu dihadiri oleh beberapa pejabat yaitu Ketua ASPROV NTB, Mori Hanafi, sekretaris Koni Kota Bima, Adisan, Ketua ASKOT PSSI Kota Bima, Alfian Indra, dan Ketua Yayasan Ketua Yayasan Tamsis Bima, Muslim, Sos.





Kegiatan ini penting sebagai diversifikasi peluang lulusan mahasiswa PJKR dan perkuat SDM wasit di NTB. “Karena Tamsis punya prodi PJKR, hal ini untuk membentuk peluang baru untuk mahasiswa atau alumni yang berkuliah di prodi PJKR.” Ucap Dr. Rabwan Satriawan, M.Pd. saat ditanya tentang pemilihan Tamsis sebagai tuan rumah.



Selain itu, kegiatan seperti ini untuk menjawab kekurangan wasit futsal di NTB. “SDM wasit minim, jadinya harus ditingkatkan melalui kegiatan ini. Masih banyak yang menggunakan wasit sepakbola,’ lanjutnya.



Kegiatan ini yang pertama kali dilakukan di kota Bima ini diisi oleh dua orang sebagai pemateri. Kedua pemateri adalah utusan dari PSSI Pusat, yaitu Ahmad Suparman dan Ayi Daud.


Dua pemateri itu memberikan informasi yang relevan bagi 49 peserta. Peserta itu berasal dari Bali, Lombok, Sumbawa, Bima, dan Sumba. Selain asal yang beragam, profesi peserta pun bervariasi, mulai dari mahasiswa, guru, hingga dosen.


Setelah lulus dari pelatihan, peserta memiliki lisensi wasit futsal level 2 nasional. Artinya peserta dapat memimpin pertandingan futsal daerah provinsi. 


Seorang peserta dari NTT menyatakan senang dengan adanya pelatihan wasit futsal di Bima, khususnya di Tamsis.


“Saya senang adanya kursus wasit futsal level 2 di Kota Bima karena jarak lebih dekat, sehingga kami bisa lebih hemat anggaran dan waktu, dan memberi peluang kami untuk menjadi wasit futsal di daerah kami karena SDM wasit di daerah kami sangat minim,” ucap Pius Bili Bora (usia 26th) yang berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya.

.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung lima hari itu akan berakhir pada tanggal 25 Februari 2024. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *