Kota Bima, Garda Asakota.-Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Republik Indonesia, Muhammad Masyhud, ST, MT, menyampaikan amanatnya dalam Apel Siaga Kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di halaman Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Bima, Jumat (13/3/2026). Apel siaga ini bertujuan untuk memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait dan stakeholder dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026.
Dalam amanatnya sebagaimana dibacakan Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, S.H, Dirjen Hubla menekankan pentingnya keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.
“Sebagai Negara kepulauan terbesar, transportasi laut memegang peranan strategis dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya periode angkutan Lebaran 2026,” ujarnya.
Ditjen Hubla telah membentuk posko angkutan laut Lebaran 2026 untuk memantau dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi, dan respon cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan.
Pemerintah memprediksi jumlah penumpang angkutan laut Lebaran 2026 mencapai 24 juta orang, naik dibandingkan tahun lalu. Untuk itu, Ditjen Hubla menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengutamakan keselamatan pelayaran, melakukan optimalisasi armada, dan menyiapkan langkah antisipatif terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Pemerintah juga menghadirkan program tiket gratis dengan kuota lebih dari 69 ribu penumpang dan diskon tarif 30% untuk trayek kapal KSO PT Pelni kelas ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mendukung distribusi arus mudik Lebaran 2026 yang lebih merata. (GA. 003*)






















