Kota Bima, Garda Asakota.-Saat sebagian aparatur RT, RW, dan LPM sudah menikmati gaji di sisa Ramadan, para Guru Ngaji, Imam, marbot, dan Bilal justru harus menelan pil pahit, insentif mereka belum cair karena bank masuk cuti bersama.
Kondisi ini membuat banyak pejuang agama tersebut tak bisa berlebaran dengan baju baru bersama keluarga. Salah satunya Sarujin (57), Guru Ngaji sekaligus Bilal di Masjid Al-Istiqamah Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima.
“Tadi pagi saya sempat cek ke Bank NTB Syariah, ternyata belum masuk. Yang bisa mencairkan dana hari ini hanya perangkat RT/RW,” ungkapnya.
Sarujin mengaku kecewa. Insentif itu satu-satunya harapan untuk memberi senyum pada anak-istri di hari raya, mengingat ia tak punya pekerjaan tetap.
“Kalau benar Lebaran Jumat, penantian kami hanya sampai besok. Semoga Pemkot Bima bisa mencarikan jalan keluar, paling tidak minta kebijakan bank agar melayani pencairan insentif kami sampai besok,” harapnya.
Dari sisi kelurahan, Bendahara Dedy menyatakan dokumen pencairan sudah clear dan tidak ada yang kurang. “Yang cair hari ini memang perangkat RT/RW. Sedangkan guru ngaji, imam, marbot, dan Bilal belum karena keburu cuti bersama. Semua tergantung bank sekarang, SP2D sudah ada di sana,” cetusnya.
Terpisah, Kabag Kesra Setda Kota Bima H. Sirajuddin, S.Sos., mengakui selain masa libur, kendala lain muncul, diantaranya banyak rekening penerima nonaktif, sehingga pencairan baru dapat diproses setelah libur Lebaran.
Sementara waktu terus berjalan, para penjaga masjid ini masih menanti kepastian agar pengabdian mereka selama Ramadan tidak berujung lebaran tanpa kebahagiaan sederhana bagi keluarga di rumah. (GA. 003*)






















