Lombok Utara, Garda Asakota.-Perbaikan dan peningkatan infrastruktur pertanian, pengadaan Alsintan, penataaan infrastruktur jalan lingkungan, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pembuatan sumur bor, menjadi aspirasi utama yang disampaikan oleh masyarakat Lombok Utara saat agenda reses anggota DPRD Provinsi NTB, Sudirsah Sujanto, Anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Barat-Lombok Utara, pada masa persidangan I Tahun 2026-2027 yang dimulai dari tanggal 1-8 November 2026 di 16 titik se-Kabupaten Lombok Utara.
”16 titik ini tersebar di Lima Kecamatan yakni Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung dan Kecamatan Pemenang,” ujar Sudirsah Sujanto yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi NTB ini kepada sejumlah wartawan, Sabtu 07 November 2026 di Lombok Utara.
Dari reses yang dilakukannya, kebanyakan berasal dari kelompok tani yang berharap adanya program perbaikan dan peningkatan infrastruktur pertanian dalam rangka peningkatan ketahanan pangan seperti perbaikan dan penataan jalan usaha tani. Pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) seperti handtraktor dan sejenisnya menjadi kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tani di Lombok Utara.
“Jadi di semua titik reses menyampaikan aspiriasi terkait hal ini khusus dari para kelompok tani,” ujarnya.
Aspirasi lain yang disampaikan oleh masyarakat Lombok Utara yakni penataan infrastruktur lingkungan yang hingga kini belum tuntas dilakukan paska Lombok Utara dihantam gempa besar pada 2018 silam. “Infrastruktur perdusunan hingga kini belum tertata dengan baik paska gempa besar tersebut. Dan penataan infratruktur lingkungan ini memang menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh warga kita yang ada di Lombok utara,” ungkapnya.
Selain itu, kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) khususnya disepanjang jalan desa dan perdusunan di Lombok Utara banyak diharapkan oleh masyarakat Lombok Utara dapat diperhatikan oleh pemerintah. “Apalagi disepanjang jalan desa dan perdusunan itu banyak yang gelap sehingga rawan terjadinya kecelakaan dan masalah keamanan lainnya sehingga PJU ini juga menjadi aspek yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” cetusnya.
Dan hal yang terpenting lainnya adalah pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih disaat musim kekeringan melanda Lombok utara. “Ini juga sangat dibutuhkan masyarakat di Lombok Utara utamanya masyarakat yang ada di Kecamatan Bayan,” kata Sudirsah.
Dalam kesempatan reses itu juga pihaknya menerima penyampaian kekecewaan masyarakat yang mengaku sangat kecewa terkait tidak adanya program aspirasi yang dieksekusi pemerintah tahun 2026 ini.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang mejadi konstituen kami di Lombok Utara dan Lombok Barat karena pokok-pokok pikiran kami dari aspirasi yang diusulkan masyarakat di tahun 2026 ini tidak bisa direalisasikan di APBD Perubahan maupun sebagian aspirasi di APBD Murni 2026 yang juga ikut tidak bisa direalisasikan. Sehingga kami memohon maaf pada seluruh konstituen kami,” ujar pria yang sudah dua periode ini mewakili masyarakat Lombok Barat dan Lombok Utara.
Pria yang juga anggota Badan Anggaran DPRD NTB menyampaikan pokok-pokok pikiran Dewan dari aspirasi masyarakat yang tidak bisa dieksekusi pada APBD Perubahan dan APBD Murni 2026 tersebut bakal diperjuangkan untuk dilaksanakan di tahun 2027.
“Kami juga sampaikan kepada masyarakat agar bersabar hingga nanti aspirasi yang tertunda di tahun 2026 tersebut bisa kita perjuangkan kembali untuk dilaksanakan ditahun 2027,” pungkasnya. (GA. Im*)



























