Putri Maya Rumanti Bantah Tudingan Massa: Saya Datang ke Lombok untuk Memberi Pendampingan Hukum, Bukan Membuat Keributan

Anggota Tim Hotman Paris 911, Putri Maya Rumanti

Mataram, Garda Asakota.-Anggota Tim Hotman Paris 911, Putri Maya Rumanti, akhirnya angkat bicara menanggapi aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan kantor Tim Hotman Paris 911 (Law Firm Puri & Partners Hotman 911) di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Jumat (24/7/2026).

Dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan melalui sambungan telepon, Putri membantah seluruh tudingan yang menyebut dirinya memicu keresahan, menghina tokoh masyarakat NTB, hingga memperkeruh situasi di daerah tersebut.

Menurut Putri, kehadirannya di Nusa Tenggara Barat semata-mata untuk menjalankan tugas sebagai pendamping hukum, bukan untuk menciptakan kegaduhan.

“Saya datang ke Lombok tidak membuat keributan, tidak menghina siapa pun. Saya tidak menyudutkan siapa pun, termasuk tuan guru maupun Prof. Asikin,” tegas Putri.

Ia juga meluruskan isu mengenai penyaluran dana tali asih bagi para korban musibah di Lombok Tengah yang sempat dipersoalkan dalam aksi unjuk rasa.

Putri menjelaskan persoalan tersebut pada dasarnya telah selesai setelah dirinya bertemu langsung dengan keluarga korban di Jakarta. Menurutnya, keluarga korban saat itu memilih menunggu penyerahan bantuan dilakukan di Lombok.

“Saya sudah ketemu keluarga korban di Jakarta. Saya minta mereka menerima, tetapi mereka maunya menunggu saya datang ke Lombok. Kalau masalah itu sudah selesai, tapi sekarang dibesarkan-besarkan saja,” ujarnya.

Terkait tudingan bahwa dirinya melontarkan pernyataan bernada menantang maupun kasar melalui media sosial, Putri meminta masyarakat melihat persoalan secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi.

“Soal menantang, tanyakan dulu sama dia. Siapa yang bicara kasar duluan? Siapa yang menantang duluan?” katanya.

Mengenai rencana pelaporan terhadap dirinya ke Polda NTB, Putri mengaku menghormati langkah tersebut sebagai hak setiap warga negara.

“Dilaporkan ke Polda, tidak apa-apa. Itu hak setiap orang,” ucapnya.

Putri juga membantah informasi yang beredar bahwa kantor Tim Hotman Paris 911 di Kota Mataram telah disegel.

“Tidak ada kantor yang disegel di Mataram,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan aksi demonstrasi, Putri mengaku belum mengambil keputusan.

“Saya lihat dulu apakah mereka penting buat saya. Waktu saya juga sangat sibuk sekarang. Pokoknya kalau berdiri di atas kebenaran tidak perlu takut,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah aktivis dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Tim Hotman Paris 911 di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan kritik terhadap aktivitas tim kuasa hukum tersebut di NTB.

Massa menilai keberadaan Tim Hotman Paris 911 telah memunculkan polemik di tengah masyarakat. Mereka juga mempertanyakan penyaluran dana tali asih bagi para santri korban musibah di Lombok Tengah serta menyoroti unggahan media sosial yang diduga dibuat oleh Putri Maya Rumanti dan dinilai bernada provokatif.

Ketua Forum Rakyat Bersatu, Eko Rahady, menyatakan aksi itu merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan situasi di NTB tetap kondusif. Seusai aksi, dilakukan dialog antara perwakilan massa, aparat kepolisian, pengurus lingkungan, dan pihak terkait. Dalam kesempatan itu, warga Komplek Sriwijaya juga menyerahkan hasil musyawarah yang berisi keberatan atas penggunaan rumah di kawasan tersebut sebagai kantor karena dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page