Blog  

Ke Jatim, Pansus Dewan Studi Komparatif Rencana Pembentukan Brida Kabupaten Bima

 

Rombongan Pimpinan DPRD Kabupaten Bima yang melakukan Kunker di sejumlah daerah Jawa Timur usai diterima Peneliti Utama Brida, Prof Irtanto dan juga Pejabat Bupati Pasuruan.

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-



Pimpinan dan Anggota Pansus DPRD Kabupaten Bima melakukan serangkaian kunjungan kerja (Kunker) di sejumlah daerah di Jatim. Mereka adalah Ir. Ahmad selaku Ketua, Sulaiman MT, SH, dan Muhamad Siddik, SH selaku Wakil Ketua, Muhammad Erwin, S.IP.M.IP selaku Sekretaris serta Edy Muhlis, S.Sos dan Mustakim selaku anggota, juga didampingi Syarifuddin Azis dari Sekretariat DPRD.


Menurut Ketua Pansus Ir. Ahmad Kunker ini dalam rangka studi komparatif terkait rencana Pemerintah Kabupaten Bima membentukan Badam Riset dan Inovasi Daerah (Brida).


“Hari ini kita baru saja diterima oleh Pimpinan Brida Jawa Timur dan jajaran di Kantor Brida Jatim Surabaya”, papar duta Partai Nasdem ini Rabu, (27/3-2024).


Lebih lanjut Ahmad menjelaskan bahwa di Brida Jatim rombongan Pansus diterima  langsung oleh Prof. Irtanto selaku Peneliti Utama Brida yang mewakili Kepala Brida yang saat ini sedang bertugas sebagai Pejabat Bupati Pasuruan.


“Tadi Prof menjelaskan banyak hal terkait Brida, baik dari aspek kelembagaan, SDM, keuangan maupun perannya dalam menunjang pembangunan daerah,” urainya.


Menurut Ahmad urgensi pembentukam Brida di sebuah daerah sebagaimana dijelaskan Prof. Irtanto adalah dalam rangka menunjang perceparan pembangunan dan peningkatan pelayanan pada masyarakat, jadi tidak.berorientasi yang lain, sehingga Brida ini bekerja sangat efisien dan efektif. 


Hal ini terbukti Struktur Organisasi Brida Jatim ini sangat simpel hanya ada 3 Pejabat Struktural yaitu Kepala Badan, Sekretaris dan Kasubag. Kepegawaian, selebihnya fungsional semua.


Namun menurut Profesor Irtanto kebutuhan Brida di setiap daerah berbeda. Bisa saja karena alasan kekurangan SDM dan pertimbangan kemampuan keuangan untuk tahap awal tugas tugas di Brida bisa digabungkan menjadi Bidang di Bappeda sehingga nomenklaturya Bapperida.


“Nah untuk kita di Kabupaten Bima, kami di Pansus sangat menghargai keinginan eksekutif untuk membentuk Brida ini. Namun semuanya perlu kajian dan pendalaman”, tegasnya.


Kegiatan studi komparatif Pansus ini lanjutnya adalah bagian dari proses kajian itu untuk mendapatkan masukan dan gambaran yang komprehensif apakah Kabupaten Bima untuk saat ini sudah layak membentuk Brida tersendiri atau bagaimana. 


Sebab di beberapa daerah yang sudah maju saja termasuk beberapa Kabupaten di Jawa Timur ini banyak yang memilih opsi Brida menempel di Bappeda sehingga menjadi Bapperida, nanti disitu ada bidang Brida.

Jadi semua  masih berproses di Pansus. Pihaknya akan kaji semua aspek sehingga menghasilkan keputusan terbaik untuk rakyat dan daerah ini.


“Kita tidak ingin membentuk OPD yang hanya sekedar untuk melaksanakan perintah undang-undang, tapi juga harus dipikirkan efisiensi dan efektifitasnya bagi daerah dan rakyat kita”,ujarnya.


Agenda kunker Pansus kamis dan jum’at akan berlanjut ke Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan Madura. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *