Koster Janji Siapkan Bus Antar Jemput Buleleng-Denpasar, Warga Singaraja Ucap Syukur

DR. H. Sudirman, tokoh masyarakat NTB-Singaraja Kabupaten Buleleng Bali.



Kota Singaraja, Garda Asakota.-



Gubernur Bali Wayan Koster bakal menyiapkan bus antar jemput di jalan pintas atau shortcut Singaraja-Mengwitani. Layanan bus antar jemput itu akan disediakan setelah shortcut Singaraja-Mengwitani titik 10 rampung dibangun.



Dilansir DetikBali, keberadaan angkutan umum itu kata Koster akan mempermudah warga Buleleng yang hendak berangkat ke Denpasar. Politikus PDIP itu memperkirakan waktu yang bakal ditempuh dari Buleleng ke Denpasar hanya satu setengah jam.



Terang saja, kebijakan positif Gubernur Bali ini disambut gembira warga Kota Singaraja. Seperti disampaikan DR. H. Sudirman, kebijakan menghadirkan sarana transportasi umum itu sudah lama dinanti-nantikan, karena warga Kota Singaraja Buleleng sudah lama merasakan sebagai warga yg terisolasi. Dikatakan demikian, karena biasanya sesudah pukul 14:00 Wita sangat sulit bagi warga mendapatkan transportasi umum untuk keluar ataupun masuk Singaraja baik dari arah barat, tengah, maupun timur.



“Memang ini sudah lama dinanti-nanti terutama oleh warga Singaraja (Buleleng) dan mereka yang sering keluar masuk Singaraja-Denpasar,” ungkap Tokoh Masyarakat NTB-Singaraja ini kepada Garda Asakota, Selasa (28/8/2023).

Mantan Dosen senior UNDIKSHA Singaraja ini mengaku pihaknya sudah lama menitip harapan lewat teman-teman di dewan agar arus lalu lintas yang melintasi Bali baik dari arah barat mulai dari Jakarta, Jogya, Surabaya sampai Lombok, Sumbawa, Bima agar melewati jalur Pantura kecuali yang dari arah Barat itu berakhir di Tabanan, Denpasar, atau Gianyar,” katanya.



Begitu pula dengan kendaraan-kendaraan yang meluncur dari arah timur agar lewat pantura supaya ada perimbangan arus lalu lintas seperti halnya di jalur Bali Selatan.



“Jalur di Bali Selatan itu bagaikan sudah tenggelam oleh kendaraan sementara di Bali Utara hampir tidak ada kendaraan yang melintas. Lalu lintas tidak padat, tidak sebanding dengan kepadatan lalu lintas di Bali Selatan,” tuturnya.



Seperti dilansir detikBali, sejauh ini, pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani sudah rampung di titik 3, 4, 5, 6, 7A, 7B, 7C, dan 8. Rencananya, Koster akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk memulai pembangunan di titik 7D dan 7E pada 29



Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu menyebut shortcut titik 7D dan 7E akan dilengkapi dengan jembatan melingkar. “Nanti dibuatkan jembatan yang melingkar yang bagus sekali,” imbuh Koster.



Koster mengungkapkan anggaran yang sudah digunakan terkait pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani hingga saat ini mencapai Rp 700 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali dan Kementerian PUPR. “Sudah habis Rp 700 miliar, Rp 200 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan, Rp 500 miliar dari Menteri PU,” tandasnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *