Maju Jadi Balon Bupati Bima, Efendi Kusnandar: Tagline Besar Saya ‘Bima Sejahtera’

Bakal Calon Bupati Bima, Efendi Kusnandar.


Mataram, Garda Asakota.-



Sosok Efendi Kusnandar saat ini cukup mencuat, dan jadi perbincangan di Kabupaten Bima. Pasalnya, pengusaha muda sukses itu digadang-gadang akan maju pada Pilkada Kabupaten Bima 2024 mendatang. 



Efendi Kusnandar juga merupakan salah satu tokoh muda kelahiran Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Terkait isu yang menyebutkan dirinya bakal bertarung pada Pilkada Bima nanti, dia secara tegas menyatakan siap maju. 



“Insya Allah saya siap,” ujar pria yang juga Ketua Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa Bima Mataram ini, Sabtu (12/8/2023). Tak tanggung, Efendi Kusnandar juga mengaku telah mantap untuk maju Pilkada dan menyiapkan segala sesuatunya. 



“Ya kalau mau jadi bupati harus siap lahir bathin, siap mental demikian juga dengan materi logistik,” tegasnya. Menurut dia, penerimaan masyarakat di Kabupaten Bima sejauh ini sangat luar biasa. Oleh karenanya, dirinya menegaskan maju tak akan setengah-setengah. 



“Kalau maju setengah-setengah lebih baik saya enggak akan maju,” kata bakal calon (bacalon) Bupati Bima ini. “Lebih baik langsung fight. Kata Pak Jokowi sekali maju, majunya harus jadi gitu,” sambung Efendi Kusnandar. 



Maka dari itu, ia menyatakan bahwa, untuk maju menjadi bacalon bupati tidak boleh asal maju. Penting melihat pemetaan. Seperti halnya bisa melalui survei elektabilitas dan popularitas. “Saya ikut, tidak sembarang ikut saya survei juga,” katanya. 



“Sehingga ada keyakinan, terutama yang saya yakini itu ketika saya turun sendiri. Saya melihat respect orang dan dijamu dengan begitu sangat antusias,” tambahnya. Disisi lain, pengusaha muda yang diketahui memiliki jejaring cukup luas ini mengaku, telah membentuk tim disetiap desa. 



“Itupun masih tahap awal dan nantinya akan diperbanyak serta dikuatkan,” tegas Efendi Kusnandar dengan mantap. “Termasuk melobi sejumlah partai besar sebagai partai pengusung,” lanjutnya lagi sembari menyebutkan sejumlah partai. 



Dalam maju di Pilkada, lanjutnya, harus memiliki niat yang baik. Selain itu bersaing dengan beradu gagasan, tanpa menjatuhkan satu sama lain. Sehingga, kata dia, hal ini tetap dapat menjaga kondusifitas daerah. “Kita maju harus secara baik, gak boleh menjatuhkan orang lain,” katanya. 



“Kita harus berpolitik secara santun. Makanya kita bertarung secara sehat saja, itu niat saya,” tuturnya lagi. Oleh karenanya, dia mengimbau kepada seluruh tim dan pendukungnya agar tetap mengedepankan kebaikan. 



“Saya juga mengintruksikan kepada tim dan pendukung saya tidak boleh menjatuhkan orang lain,” ungkapnya. “Saya mau ciptakan politik di Bima itu yang kondusif dan tidak ada pertikaian,” tegas Efendi Kusnandar. 



Dia mengaku juga tengah menyiapkan berbagai terobosan. Ini demi terwujudnya apa yang menjadi harapan besar bersama. Tentunya, kata dia, demi kebaikan masyarakat dan daerah di Kabupaten Bima. Antara lainnya seperti perhatian terhadap keagamaan. 



Baik itu seperti pesantren, guru ngaji, meningkatkan kualitas keagamaan, menghadirkan investasi. “Karena ini salah satu (ikhtiar) yang dapat mensejahterakan masyarakat. Ada terobosan baru yang akan saya lakukan, terutama hal investasi,” urainya. 



“Insya Allah dengan banyak teman-teman yang mendorong saya dibelakang, investasi bisa kita terapkan disana (Bima),” tambahnya. Efendi Kusnandar memiliki tagline besar, yaitu Bima Sejahtera. “Karena tugas saya mensejahterakan, mengkondisikan, memaksimalkan dan mengecek seberapa banyak yang masih kesusahan,” tuturnya. 



Dicontohkannya seperti persoalan bawang, seandainya tidak terjual dengan bagus, maka ia akan mengambil peran melakukan langkah seperti apa nantinya. Selain itu, begitu juga dengan persoalan ternak baru-baru ini. “Soal sapi supaya kita cepat hadir dan mengatasi persoalan itu dengan langkah cepat,” katanya. 



Lebih jauh diungkapkannya, bahwa secara pribadi dirinya mengaku sejauh ini telah cukup mapan dari sisi ekonomi. “Saya sudah cukup kalau untuk pribadi. Tapi karena kakek saya pernah memimpin walaupun ditingkat desa adalah titisan cikal bakal itu saya ingin mengabdi,” katanya. “Supaya bisa berguna untuk orang banyak dan membantu mereka. Karena itu ibadah paling mulia,” demikian Efendi Kusnandar menambahkan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *