Mundur dari KPID, Marga Harun Bidik Kursi DPRD NTB dari Dapil VI

 

Calon Anggota DPRD NTB dati Partai PPP Dapil VI Bima-Dompu, Marga Harun.

Mataram,
Garda Asakota.-

 


Sangat
jarang menemukan adanya anak muda yang berani keluar dari zona nyaman dan
mempertaruhkan jabatannya untuk bertarung dalam dunia politik.

 


Adalah
Marga Harun, salah satu anak muda yang berani keluar dari zona nyaman dan
memilih bertarung dalam dunia politik menjadi Calon Anggota DPRD NTB Daerah
Pemilihan (Dapil) VI, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima, dari
Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

 


Usianya
masih tergolong sangat muda, masih berusia 27 tahun. Ia meninggalkan empuknya
kursi komisioner KPID NTB demi mewujudkan mimpi pengabdian dalam ruang lingkup
yang lebih luas.

 


“Pertimbangannya
sangat ekstra karena harus melepaskan apa yang ada didepan mata dan mengambil
jalan politik yang cukup terjal,” kata anak muda kelahiran Desa Kempo Kecamatan
Kempo Kabupaten Dompu kepada sejumlah wartawan di Islamic Center Mataram,
Jum’at 18 Agustus 2023.

 


Meski
pilihan yang diambil dipandang sebagai jalan terjal, namun ia meyakini pilihan
yang diambil itu sebagai salah satu jalan pengabdian ke ruang lingkup yang
lebih luas sesuai dengan mimpi awalnya sebelum menjadi seorang Komisioner KPID
NTB.

 


“Mimpi
awal saya adalah mengabdi dalam dunia politik,” kata putra kesayangan politisi
senior PPP NTB, Syirajuddin, ini.

 


Tentu
saja, pilihannya maju dalam dunia politik tidak hanya sekedar maju secara
asal-asalan. Ia pun mengaku sudah memiliki infrastruktur politik yang akan
dipergunakan sebagai mesin dalam bertarung pada Pemilu 2024.

 


“Dan
infrastruktur ini menyebar diseluruh wilayah yang ada di Dapil VI,” cetusnya.

 


Mimpi
yang ia ingin wujudkan kedepannya adalah lebih pada aspek pemberdayaan generasi
muda.

 


“Makanya
tagline yang saya gunakan dari awal adalah ‘Muda dalam Perubahan’. Ini sekaligus
menjadi motivasi bahwa anak muda harus masuk dalam dunia politik yang terjal
ini,” kata Marga dengan nada optimis.

 


Dengan
adanya bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2030 nanti, kuantitas
generasi muda kian hari kian bertambah.

 


“Realitasnya
hari ini kebanyakan jumlah penduduk adalah kebanyakan anak muda. Generasi muda
saat sekarang menjadi bagian terpenting bagi perjalanan bangsa dan daerah,
lebih-lebih pada aspek kemaslahatan,” terangnya.

 


Generasi
muda harus disiapkan sarana dan prasarananya dalam memunculkan minat dan kreasinya.

 


“Baik
melalui sarana usaha seperti UMKM, pendidikan, maupun program lainnya yang
memprioritaskan generasi muda,” ujarnya.

 


Dirinya
mengaku yakin dengan jaringan infrastruktur politik yang dimilikinya serta
keberpihakannya dengan kaum muda bisa menghantarkan dirinya menuju kursi
Udayana.

 


“Insha
Alloh, saya sangat yakin. Sebab populasi usia muda ini cukup tinggi dan bisa
kita lihat pemilih paling banyak itu dikalangan usia muda,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *