Wujudkan Kampus Merdeka Dari Kekerasan Seksual, Akbid Harbun gelar Uji Publik Satgas PPKS

Kegiatan Uji Publik Pansel Satgas PPKS Akbid Harapan Bunda Bima yang dilaksanakan pada Jum’at siang, 10 Mei 2024, digelar di Aula Kampus Biru Akbid Harbun

Bima, Garda Asakota.-Akademi Kebidanan (Akbid) Harapan Bunda (Harbun) Kota Bima melaksanakan kegiatan Uji Publik Calon Anggota Panitia Seleksi Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Seksual (PPKS) dilingkungan Perguruan Tinggi Akbid Harbun Kota Bima.

Kegiatan tersebut digelar dalam
rangka merespon adanya Surat Edaran (SE) Permendikbud Ristek Nomor 30 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan Perguruan Tinggi Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai salah satu tahapan menyeluruh proses seleksi Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at siang, 10 Mei 2024, digelar di Aula Kampus Biru Akbid Harbun dihadiri
oleh LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kota Bima, Bagian Kemahasiswaan Akbid
Harbun, Peserta pansel satgas PPKS, observer serta segenap Civitas Akademika.

Direktur Akbid Harbun Bima, Nurbaety,.S.SiT,M.KM. mengatakan dengan adanya Permendikbud Ristek Nomor 30 tahun 2021 maka Perguruan
Tinggi perlu melakukan beberapa tahapan salah satunya pembentukan Tim Satgas
PPKS.

“Untuk itulah pada hari ini kita laksanakan uji publik satgas PPKS,” ujar Nurbaety.

Satgas PPKS ini, lanjutnya, nantinya diharapkan dapat membantu terciptanya ekosistem perkuliahan yangbkondusif hingga dapat meningkatkan antusias mahasiswa belajar di Perguruan Tinggi serta dapat menjadi garda terdepan perwujudan kampus merdeka dari
kekerasan seksual.

“Satgas PPKS yang terpilih nantinya adalah orang orang yang memiliki tanggungjawab yang sangat besar dalam
pencegahan dan penanganan yang akuntabel secara hukum dan berpihak kepada korban,” timpalnya.

Ia berharap agar Pansel Satgas PPKS bisa memberikan kontribusi dengan memilih satgas yang kompeten khususnya dalam penanganan kasus kekerasan yang terjadi di Akbid Harapan Bunda Bima.

“Sehingga pada akhirnya nanti tercipta rasa aman dan nyaman bagi seluruh Civitas Akademika serta dengan sendirinya melalui program ini akan dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan
masyarakat kepada Lembaga pendidikan Akbid Harapan Bunda Bima,” pungkasnya.
(GA. 335*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *