Musorprov Luar Biasa KONI NTB Sesi Kedua Bakal Digelar Dalam Waktu Dekat: Mori Hanafi Versus Iqbal-Mohan

Mataram, Garda Asakota.-Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI NTB Sesi kedua bakal digelar dalam waktu dekat ini.

Jika pada Musorprov KONI NTB yang memperhedapkan mantan Ketum KONI NTB, H Mori Hanafi, versus Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal berakhir dengan gagalnya kedua calon tersebut memenuhi syarat yang dipersyaratkan panitia sehingga dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Kali ini babak baru pertaruangan Ketum KONI NTB bakal dibuka. Dan menariknya Gubernur NTB telah mendeklarasikan secara terbuka mendukung Walikota Mataram, H Mohan Roliskana untuk melanjutkan perjuangannya merebut kursi Ketua KONI NTB.

Sikap Gubernur NTB, H Lalu Muhammad Iqbal yang memberikan dukungan penuh terhadap Walikota Mataram, H Mohan Roliskana, untuk maju dan memenangkan pertarungan memperebutkan kursi Ketua Umum KONI NTB dikritisi oleh Calon Ketum KONI NTB, H Mori Hanafi.

Kepada wartawan mantan Ketua Umum KONI NTB yang baru saja demisioner ini menegaskan seorang Kepala Daerah itu idealnya tidak boleh bersikap tidak netral dalam setiap momentum pemilihan jabatan organisasi non pemerintah seperti KONI.

“Kalau misalnya ada suksesi atau pemilihan seperti KONI atau PMI, masa dia harus Galang massa untuk mendukung orang. Itu idealnya gak boleh,” sorot pria yang juga anggota Komisi V DPR RI Bidang Infrastruktur ini, Senin 28 September 2026.

Menurutnya, seorang kepala Daerah itu tidak boleh berdiri diatas golongan tertentu.

“Kalau besok misalnya saya menyatakan diri maju dalam kontestasi KONI ini, mau gak dia mendukung saya juga?. Mengerahkan ASN-nya untuk mendukung seseorang?. Itu berarti KONI ini dibawah ke ranah politik. Ini harus diatensi, Pemerintah Daerah tidak boleh berpihak,” kritiknya.

Idealnya menurut Mori Hanafi, selaku Pemerintah Daerah harus bersikap netral dan mendukung siapa pun yang maju dalam kontestasi ini.

“Tujuan dia mendukung seseorang itu apa?. Kalau saya maju, mau gak dia mendukung saya?. Apa ini prakondisi menuju 2029?. Berarti Gubernur ini ada keberpihakan,” sorotnya lagi.

Mantan Ketum KONI yang dinilai sukses memperjuangkan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON 2028 pada saat bidding PON ini juga menyatakan diri secara tegas untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Periode 2026-2030.

“Kalau saya tetap maju. Siapapun lawannya saya tetap maju. Soal menang dan kalah urusan lain. Meskipun lawan saya ini didukung oleh Gubernur dan perangkatnya,” tegas mantan Pimpinan DPRD NTB ini.

Sebagaimana diketahui Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal bersama dengan Walikota Mataram, H Mohan Roliskana, pada Jum’at 25 September 2026 di Dapoer Sasak Mataram telah menyepakati satu kesepakatan mendukung sahabatnya yang merupakan Walikota Mataram, H Mohan Roliskana untuk ‘memimpin’ KONI NTB Periode 2026-2030.

Dalam kesempatan itu, Iqbal sendiri menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Calon Ketum KONI NTB setelah sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan dan mempercayakan keberlanjutan perjuangannya kepada sahabatnya Walikota Mataram.

Iqbal berharap agar Mohan Roliskana berkenan mengambil bagian dalam ikhtiar bersama untuk memperkuat KONI NTB periode 2026-2030. Menurut Iqbal, sepak terjang Mohan Roliskana di dunia olahraga maupun dalam kepemimpinan daerah tak perlu diragukan lagi.

Ajakan tersebut disambut hangat oleh para pegiat olahraga yang hadir.

Iqbal menggarisbawahi, menyambut PON XXII 2028, dibutuhkan kerjasama dan sinergi yang kuat. Peningkatan prestasi olahraga di satu sisi dan keberhasilan penyelenggaraan PON pada sisi yang lain.

Dalam kapasitas sebagai Gubernur, Iqbal akan mendapatkan tempat sebagai Ketua Pengurus Besar (PB PON). Sementara di bagian yang lain, KONI NTB akan berfokus pada pembinaan dan penggemblengan atlet.

Dalam konteks PON 2028, PB PON dan KONI ibarat sekeping mata uang. Keduanya membentuk satu kesatuan yang utuh. Jika salah satu sisi dihilangkan, maka esensi atau nilai keduanya juga akan hilang.

“Saya yakin dan percaya, Bapak/Ibu semua bersepakat atas konsensus yang kita bangun bersama malam ini. Dan kita semua akan mengawal ini,” kata Iqbal.

Sementara itu, Walikota Mataram, H Mohan Roliskana berharap momentum PON XXII 2028 tidak hanya menjadi alasan untuk bekerja lebih keras, tetapi juga menjadi batu pijakam bersama bagi seluruh elemen olahraga NTB.

“PON 2028 harus menjadi momentum kita untuk bersatu. Kita ingin sukses sebagai tuan rumah dan pada saat yang sama mampu menunjukkan prestasi terbaik,” katanya.

Mohan menyebut PON XXII 2028 harus dipandang bukan sekadar sebagai ajang pertandingan olahraga. Momentum tersebut, menurutnya, harus menjadi kesempatan untuk meninggalkan warisan yang lebih besar bagi olahraga NTB, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, penguatan sarana-prasarana, hingga pembentukan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya untuk PON 2028. Kita ingin setelah PON selesai, olahraga NTB tetap memiliki fondasi yang kuat dan terus berkembang,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh sesi kedua Musorprov Luar Biasa KONI NTB ini bakal digelar dalam waktu dekat ini. Belum ada kepastian jadwal tepatnya kapan pelaksanaan Musorprov Luar Biasa KONI NTB ini, hanya saja informasi yang diperoleh media ini, bakal digelar dalam waktu dekat. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page