Bima, Garda Asakota.- Sejumlah paket pekerjaan hotmix jalan di Dinas PUPR Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026 dilaporkan gagal tender. Penyebabnya, perusahaan konstruksi yang biasa beroperasi di Bima seperti PT Tukadmas dan PT CNP sedang mengalami gangguan pada Asphalt Mixing Plant (AMP) miliknya.
Kondisi ini sangat disayangkan, karena anggaran miliaran rupiah yang telah disiapkan untuk perbaikan infrastruktur jalan terancam tidak termanfaatkan apabila tidak ada perusahaan lain yang berminat mengikuti tender.
Berdasarkan data yang dihimpun Garda Asakota, sedikitnya ada tujuh paket peningkatan dan perbaikan ruas jalan yang gagal tender atau terancam gagal terserap, dengan total anggaran mencapai Rp9,5 miliar.
Adapun rinciannya adalah rekonstruksi Jalan Sp. Jn. Kampila – Sp. Ncandi Rp1.000.000.000, Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Jend. Sudirman (Tente – Godo) Rp2.000.000.000, Rekonstruksi Jalan Roka – Kuta Rp2.000.000.000, Rekonstruksi Jalan So Oi Mada Karanu – Kalodu Rp1.000.000.000, Rekonstruksi Ruas Jalan Dadibou-Risa Kec. Woha Rp2.000.000.000, Pemeliharaan Berkala Jalan Dea – Rato Kec. Sape Rp500.000.000 dan Rekonstruksi Jalan Sp. Jn. Penapali – Samili Rp1.000.000.000.
Kegagalan tender ini dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi jalan di Kabupaten Bima yang membutuhkan penanganan segera. Jalan merupakan akses vital perekonomian masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima, Nukrah, S.Pd, membenarkan hal tersebut. “Benar, beberapa kali ditayang (lelang) belum ada peminatnya, pihak ketiga kita di Bima sudah pada tutup,” imbuhnya saat dikonfirmasi Garda Asakota, Jumat (9/10/2026).
Nukrah mengaku, pihaknya kemarin telah mendorong Dinas PUPR untuk membuka komunikasi dengan rekanan dari Dompu agar mau mengerjakan paket tersebut.
“Kemarin kami dorong untuk membuka komunikasi ke Dompu, tapi mereka nggak mau alasannya banyak pekerjaannya, juga sudah terlambat takut gak cukup waktu katanya,” tuturnya.
Untuk memastikan status anggaran berikutnya, Komisi 3 DPRD akan mendiskusikan dulu dengan Dinas PUPR. “Insya Allah dalam waktu dekat,” respon mantan Pimpinan DPRD Kabupaten Bima dari Partai Demokrat ini.
Sementara itu, hingga berita ini naik tayang, pihak Dinas PUPR Kabupaten Bima melalui Bidang Bina Marga belum merespons saat dikonfirmasi terkait solusi atas gagalnya tender paket hotmix tersebut. (GA. 212*)


























