Blog  

BTPN Syariah Tbk Gelar Media Kitchen Tour, Kunjungi Nasabah di Pulau Sumbawa

 

Tim Corcom BTPN Syariah Tbk dan Bisnis Coach Region Sumba (membawahi all Nusa Tenggara Barat) didampingi Camat Wawo dan Kades Maria saat berdialog dengan para Nasabah di Desa Maria Wawo Kabupaten Bima.



Kota Bima, Garda Asakota.-



Manajemen PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah Tbk, kembali mengagendakan kunjungan sekaligus memperkenalkan nasabah perempuan inspiratif, dengan berbagai ragam produk usaha yang autentik. 



Kegiatan ini dikemas dalam format Media Kitchen Tour yang dilaksanakan selama tiga hari yakni mulai Selasa hingga Kamis tanggal 21-23 Juni 2022.



Sejumlah rekan media diundang untuk melihat lebih dekat dengan para nasabah BTPN Syariah Tbk di Pulau Sumbawa dan Lombok seperti kunjungan nasabah di dusun Temba Mbojo Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Selasa siang (21/6/2022), kemudian selanjutnya akan berkunjung ke nasabah di Kelurahan Ntobo Kota Bima, kunjungan nasabah di Bolo Kabupaten Bima, kemudian lanjut ke Dompu, dan Sumbawa.



Tim BTPN Syariah Tbk yang diwakili Tim Corcom, saat diterima Camat Wawo dan Kades Maria, Selasa (21/6/2022). 


Rombongan dari pusat yang diwakili Tim Corcom BTPN Syariah Tbk, Nurul Syita, mengaku sengaja mengajak rekan rekan media untuk melihat dari dekat bagaimana aktivitas usaha para nasabah BTPN Syariah Tbk di unit unit baru. 



“Kita ingin memastikan usaha kelompok para nasabah berjalan dengan baik atau tidak, apakah dukungan pembiayaan selama ini dapat berjalan lebih baik dalam mendukung kemajuan usaha mikro,” ungkap Nurul saat mengunjungi aktivitas nasabah yang tergabung dalam Kelompok Tenun Dusun Temba Mbojo di dusun Temba Mbojo Desa Maria Kecamatan Wawo.



Pantauan langsung wartawan, kedatangan Nurul yang saat itu didampingi Bisnis Coach Region Sumba (membawahi all Nusa Tenggara Barat), disambut hangat oleh para nasabah dan juga  oleh Kepala Desa setempat dan Camat Wawo. 



Sementara itu, Bisnis Coach Region Sumba (membawahi all Nusa Tenggara Barat), Nurhaidah mengatakan, pembiayaan untuk kelompok nasabah di Wawo sudah berjalan sekitar 2 tahun. Sementara jumlah nasabah sebanyak 1.400 orang dengan jumlah kelompok sebanyak 68 kelompok. 



“Pembiayaan untuk Kecamatan Wawo saja sudah disalurkan sebanyak Rp 2,2 miliar,” sebutnya. 



Diakui Nurhaidah, program pembiayaan khusus di Wawo berjalan dengan baik dan tidak ada kelompok serta nasabah yang bermasalah. 



“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan baik dan tidak ada masalah. Nasabah di Wawo terbaik untuk pembayaran,” ungkapnya. 



Ia menjelaskan, secara bisnis pembiayaan ini dilakukan oleh kelompok usaha. Satu kelompok terdapat 17 orang dengan pinjaman perorang berkisar Rp 4-5 juta. 


Saat proses pembayaran sekali dalam satu pekan. Petugas akan turun ke lokasi kelompok, sekaligus untuk memberikan pembinaan. 



“Jadi aktivitas kami tidak hanya pembiayaan, tapi juga melakukan pendampingan dan pembinaan,” beber Nurhaidah. 



Dia menambahkan, 68 kelompok di Kecamatan Wawo tersebar di 7 desa. Adapun usaha kelompok seperti tenun tradisional, sisir tenun dan bakulan. 



Di tempat yang sama, Camat Wawo Syarifuddin Basyar atas nama pribadi dan pemerintah mengucapkan terima kasih dan selamat datang untuk jajaran BTPN Syariah Tbk. Pihaknya pun merasa kaget setelah mendengar jumlah nasabah bank dimaksud 1.000 lebih, namun semua bisa berjalan dengan sangat baik. 



“Harapan kami semoga ini terus berjalan baik. Karena pembiayaan dari BTPN Syariah untuk kelompok tenun seperti ini akan merubah perekonomian warga,” katanya. 



Camat kembali berharap, kerjasama ini terus berkelanjutan dan berkembang. Warga Kecamatan Wawo yang juga memiliki banyak kelompok usaha, bisa terus mengembangkannya. 



Sementara itu, Ketua Kelompok Tenun Dusun Temba Mbojo Ma’arifah mengaku, sangat terbantu dengan pembiayaan BTPN Syariah. Selama ini pun, usaha kelompok bisa berjalan dengan baik untuk membantu kebutuhan keluarga. 



“Terima kasih BTPN Syariah, kami begitu merasakan bantuan pembiayaan ini,” ucapnya didampingi Kades Imran Ibrahim.



Ia menambahkan, selama ini belum ada kendala pembayaran. Pasalnya, kelompok menuntaskan pembayaran dengan hasil usaha tenun yang dibuat satu kain dalam sepekan. 



“Satu kain bisa kita buat selama sepekan, harga Rp 350 ribu. Jadi saat petugas BTPN Syariah datang sekali dalam 2 pekan, kami membayarnya dari hasil penjualan tenun,” tambahnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *