Kota Bima, Garda Asakota.-National Urban Flood Resilience Project (NUFreP) Kota Bima baru saja menggelar doa bersama untuk kelancaran proyek pembangunan Kolam Retensi di Kota Bima, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh tim proyek, direksi NUFReP, unsur pemerintah daerah, kontraktor, konsultan, hingga tokoh masyarakat. Acara berlangsung khidmat di lokasi proyek sejak pagi hari di Taman Ria (Dae la Kosa).
Para peserta memanjatkan doa agar proses pembangunan berjalan lancar serta seluruh pekerja diberikan keselamatan selama pelaksanaan proyek.
Kegiatan dibuka oleh PPPK dan Direksi NUFReP, Dinul Hayat, S.T., M.SDA. Ia menuturkan bahwa doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar agar proyek dapat terlaksana dengan aman dan sesuai target mutu pekerjaan.
“Doa keselamatan ini kami adakan agar diberikan kelancaran pada saat pelaksanaan, keselamatan para pekerja, serta keselamatan mutu dan kualitas pekerjaan,” ujar Dinul.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup yang mengelola kawasan Taman Ria, Dinas Perhubungan yang nantinya akan mengatur lalu lintas selama pengerjaan proyek, Dinas PUPR, kontraktor pelaksana, konsultan, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Proyek NUFReP di Kota Bima melakukan pembangunan Kolam Retensi guna meningkatkan ketahanan kota terhadap banjir. Hingga April 2026, pelaksanaan proyek dilaporkan menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Kolam retensi adalah kolam, cekungan, atau waduk buatan yang dirancang untuk menampung air hujan dan limpasan permukaan sementara waktu guna mengurangi risiko banjir. Infrastruktur ini memperlambat aliran air ke sungai atau saluran drainase, memungkinkannya dilepaskan secara bertahap saat kondisi normal, serta berfungsi sebagai tempat resapan air dan cadangan air tanah.
Program tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank Dunia, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I. Pembangunan sistem drainase ini diharapkan mampu mewujudkan tata kelola air yang lebih baik sekaligus mengurangi risiko banjir di Kota Bima.
Walikota Bima, A. Rahman Abidin, menegaskan pentingnya keberlanjutan proyek NUFReP sebagai upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di daerah tersebut. Menurut dia, Kota Bima pernah mengalami banjir besar pada akhir 2016 yang berdampak luas terhadap masyarakat.
“Kota Bima pernah terdampak banjir parah pada tahun 2016. Karena itu, keberadaan proyek NUFReP ini sangat dirasakan manfaatnya. Kami berterima kasih kepada pihak Bank Dunia, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta seluruh pelaksana proyek yang telah berkontribusi besar dalam program ini,” kata Rahman. (GA. 212*)


















