Blog  

FKUB Kobi Gelar Acara Deklarasi Damai, Umat Diajak Saling Hormat Menghormati

 

Kota Bima, Garda Asakota.-


Belum lama ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima menggelar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Aula Pemkot Bima, Sabtu 16 Juli 2022.

Ketua FKUB Kota Bima, Drs. Mahmud, SH, saat dikonfirmasi wartawan media ini Senin (18/7/2022) menjelaskan bhwa kegiatan tersebut secara eksplisit bukanlah sebuah respon khusus atas wacana pembangunan sekolah non muslim di lingkungan Sukadamai Kelurahan Jatiwangi Asakota.

“Secara eksplisit sih bukan, tapi bisa juga dari sisi Tupoksi kami sebagai Lembaga yang menginginkan terciptanya kerukunan umat beragama di Daerah kita ini,” katanya.

Kalau soal rencana pembangunan sekolah itu diakuinya, belum dibahas karena ternyata juga bukan ranahnya FKUB melainkan yang seharusnya menyikapi persoalan itu Pemerintah Daerah (Pemda). 

“FKUB hanya menindaklanjuti SKB tiga Menteri saja, itupun tentang Rumah Ibadah bukan berkaitan dengan lembaga Pendidikan,” tegas Mahmud.

Menurutnya, FKUB bertugas memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk hidup saling hormat menghormati dan saling menjaga antara umat beragama. “Dan itu poinnya,” tegasnya.

Pada pertemuan tesebut kata Mahmud menghasilkan penandatanganan Deklarasi Damai di atas sebuah spanduk besar yang berisikan beberapa poin penting terkait dengan Kerukunan Umat Beragama bahwa dalam hidup berbangsa dan bernegara, harus hidup saling hormat menghormati dengan yang lainnya dalam melaksanakan ajaran agama masing masing.

Terpisah Pemerintah Kota Bima melalui Asisten 1 Setda, Drs. H. Abdul Gawis mengaku isu atau bahkan surat tentang wacana tentang pembangunan sekolah non muslim belum sampai ke meja pihaknya. “Mungkin tidak di disposisikan ke kami bisa jadi di Kesbangpol. Silahkan konfirmasi ke sana,” sahutnya.

Tapi yang jelas kata Gawis pertemuan dengan FKUB kemarin itu, salah satu tujuannya adalah bagaimana menciptakan Kerukunan Umat Beragama. “Kita saling menjaga kondusivitas Beragama antara yang satu dengan yang lain, jangan sampai terjadi gesekan,” imbuhnya.

Di harapkan kepada Tokoh Agama di masing masing agama untuk dapat melanjutkan poin point kegiatan Pembinaaan KUB yang menghasilkan penandatanganan deklarasi damai itu kepada umat.

“Mari kita saling harga menghargai dan hormat menghormati satu sama lain agar kondusifitas daerah kita tetap terjaga,” ajaknya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *