Blog  

Harapkan Keberkahan untuk Diri-Semesta, Doa dan Dzikir Bersama Jadi Corak Milad 16 Tahun Tamsis

 

Ribuan Mahasiswa Tamsis saat menghadiri perayaan Milad ke 16 tahun di auditorium Sudirman kampus STKIP Tamsis, Jumat (22/9/2023).

Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

16 tahun sudah perjalanan STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis) sebagai ikhtiar dalam membangun dunia pendidikan bagian timur Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Capaian demi capian, dari lokal hingga internasional terus ditorehkan civitas akademika sebagai penanda adanya pergerakan massif ke arah yang lebih baik. 

Perayaan milad 16 tahun Tamsis kali ini, berbeda dengan sebelumnya. Harapkan keberkahan untuk diri-semesta, doa dan dzikir bersama menjadi corak Milad 16 tahun Tamsis tahun 2023.

Kegiatan yang digelar pagi Jumat (22/9/2023) tersebut melibatkan ratusan peserta, mulai dari dosen, pegawai, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar. 

Aktivitas religi yang diawali dengan shalat dhuha, salawat, ngaji, dan doa bersama itu selain dihajadkan untuk Tamsis, juga dilakukan untuk berharap turunnya hujan.

Pada sambutannya, Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menyinggung cuaca ekstrim yang tengah dirasakan saat ini. Dirinya menilai, cuaca ekstrim tersebut menjadi salah satu pemicu banyak civitas akademika dan keluarganya yang diuji dengan rasa sakit. 

“Karena cuaca ekstrim, banyak hal yang akan mengganggu karir kita. Banyak dosen, pegawai, mahasiswa, dan keluarganya yang sedang diuji dengan sakit,” tuturnya.

Karenanya, sambung lulusan UI itu, pihaknya menggelar hajatan doa dan dzikir bersama sebagai upaya refleksi diri. Selain itu, ia berharap juga adanya pembentukan karakter beradab pada mahasiswa via kegiatan tersebut.

“Kami terus membimbing (mahasiswa) ke jalan yang lurus. Semester awal (mahasiswa) masih mencari jati diri. Kami betul-betul ingin membangun jati diri mahasiswa dan juga dosen-pegawai melalui kegiatan positif di dalam kampus. Karena di luar kampus, banyak sekali kondisi yang tidak bagus untuk kesehatan fisik dan psikologi, apalagi (konten) di media sosial,” ungkap anak pertama dari alm. H. Sudirman Ismail itu.

Jalan yang lurus yang dimaksud Dr. Ibnu (sapaan), harus memiliki tempat untuk introspeksi diri. Berupa masjid dan juga orang yang mampu memberikan nasehat dalam membangun budaya positif. Di akhir sambutan, dirinya mengumumkan program yang akan dilauncing dan program yang tengah diunggulkan pihaknya.

“Program untuk mahasiswa baru, adalah salat subuh, magrib, dan isya berjamaah satu kali setiap awal bulan. Tidak hanya mahasiswa, kami juga akan melibatkan dosen dan pegawai untuk suksesi kegiatan ini. Selain itu juga di Tamsis ada kegiatan khatam bersama setiap Senin dan Jumat. 

Khusus Jumat, di jam pertama dimundurkan untuk iklim dhuha, dzikir, dan khatam,” ungkapnya seraya menekankan terkait evaluasi berkala untuk mahasiswa.

“Kebijakan bagi mahasiswa baru, semester tiga akan ada evaluasi untuk partisipasi pada kegiatan yang kami maksud tadi (subuh berjamaah dan iklim dhuha-dzikir-khatam, red). Tentu akan ada reward untuk kategori tertentu. Hidup indah itu adalah hidup yang mencari berkah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, milad 16 tahun Tamsis digelar bersamaan di kampus induk dan kota, mulai pukul 07.30 hingga 09.00 Wita. Kegiatan diawali dengan salat dhuha minimal 4 rakaat, kemudian disusul dengan pembacaan Alfatihah, 10 ayat pertama surah Al Kahfi, Surah Arrahmah, Surah Al Waqiah, Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, dan Surat An Nas. Kegiatan bertema religi itu diakhir dengan dzikir dan doa bersama. Hadir saat kegiatan, unsur pimpinan lingkup Tamsis, ratusan mahasiswa dan peserta lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *