Blog  

Lima Orang Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi Magang INSPIRING di Kabupaten Bima

 

Kelima orang Mahasiswa yang akan melakukan INSPIRING saat berfoto bersama Pj Sekda Kabupaten Bima, Suwandi, ST, MT, Rabu (13/3/2024).


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-



Sebanyak lima orang mahasiswa dari sejumlah kampus berbeda mengikuti Intensif In Spatial Planning for Regional and National Growth (INSPIRING) di Kabupaten Bima. 



Kedatangan mereka ini  diterima oleh Pj. Sekda Suwandi ST,.MT Rabu (13/3/2024) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah. 



Pj. Sekda yang didampingi Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Amnah, ST, MT, dalam arahannya menyampaikan  agar para mahasiswa magang dapat melakukan review  Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Woha sebagai ibukota yang perlu penajaman. 



“Ini penting agar mampu penuhi kebutuhan tata ruang wilayah dan pengembangan ibukota dimasa depan,’ ungkap Suwandi. 



Dia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa magang selama empat bulan, mulai Maret sampai dengan Juni 2024 untuk meningkatkan kompetensi teknis. 



“Melalui keikutsertaan pada program ini para mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman real di lapangan membangun dan memperluas jejaring serta memperoleh ilmu pengetahuan praktis dalam bidang penataan ruang sebagai bekal memasuki dunia kerja,” imbuhnya.


Program magang Inspiring yang berfokus pada penyiapan database dalam penyusunan RDTR diinisiasi oleh Ditjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan didukung oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM)  Kementerian ATR/BPN beserta kalangan akademisi dan praktisi.


Bagi pemerintah daerah dan Ditjen Tata Ruang, program ini menjadi salah satu sarana transfer pengetahuan dan manajemen talenta untuk mendapatkan SDM penata ruang yang berkualitas.


Lima orang mahasiswa magang tersebut yaitu M. Reza Fazri Azani (Universitas Amikom Yogyakarta-Perencanaan Wilayah dan Kota),  Jufrin  (Universitas Hasanuddin-Perencanaan Wilayah dan Kota), M. Labual Alaqil (Universitas Pendidikan Indonesia-Sains Informasi Geografi), Silvia Anace Amalo (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta-Perencana  Wilayah dan Kota) dan  Neneng Zainab Tuheteru (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta-Perencanaan Wilayah dan Kota). (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *